Heru Winarko Dilantik Jadi Kepala BNN pada 1 Maret 2018

Smallest Font
Largest Font

Delapan tahun lalu, tepatnya 1 Maret 2018, Presiden Joko Widodo melantik Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pelantikan ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kepemimpinan BNN yang sebelumnya telah berjalan baik.

Sebelum Heru Winarko, Budi Waseso (Buwas) memimpin BNN dan dianggap berhasil memaksimalkan kinerja lembaga tersebut meski dengan keterbatasan anggaran. Meski demikian, kepemimpinan Buwas juga tak lepas dari berbagai kontroversi.

Pemerintah terus menyuarakan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba, mengingat dampaknya yang sangat merusak bagi generasi penerus bangsa. Jokowi pun menyadari betul bahwa masalah narkoba harus ditangani dengan serius.

Jokowi kemudian menunjuk Buwas, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bareskrim Mabes Polri, sebagai Kepala BNN pada 8 September 2015. Penunjukan ini sempat menuai kritik karena Buwas dianggap belum menunjukkan prestasi yang signifikan sebagai Kepala Bareskrim. Namun, Buwas berusaha membuktikan kemampuannya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

Keyakinan Buwas bahwa BNN dapat bekerja dengan baik meski dengan anggaran terbatas terbukti dengan keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton dari Taiwan ke Anyer, Banten. Tangkapan tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah BNN.

Selama menjabat, Buwas juga dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Ia pernah mengusulkan ide untuk membuat penjara khusus narkoba yang dikelilingi oleh buaya, dan menyetujui penegakan hukum narkoba secara brutal seperti yang diterapkan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Monang Siahaan dalam buku Ahok Pun Digoyang dan Rupa-rupa Peristiwa (2016) mengungkapkan, "Demi ketenangan di lingkungan Istana maka Komjen Pol Budi Waseso dialih tugaskan jabatannya dari Bareskrim Polri menjadi Kepala BNN yang setingkat dengan jabatan Dirjen Eselon IA di Kementerian. Mengingat kinerja Komjen Pol Budi Waseso selaku Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) yang prestasinya sangat baik dalam menangani masalah narkoba, lalu Presiden Joko Widodo meningkatkan status Badan Narkoba Nasional setingkat dengan Menteri."

Lebih lanjut, Monang Siahaan menambahkan, "Dampak positifnya kepada Komjen Budi Waseso diperkirakan dinaikkan pangkatnya dari Komisaris Jenderal Polisi (bintang 3) menjadi Jenderal bintang 4. Hal tersebut diraihnya kurang dari satu tahun sejak menjabat kepala Bareskrim Polri suatu prestasi luar biasa. Dinamika itu membuat Buwas jadi salah satu pemimpin BNN yang berprestasi."

Setelah masa jabatan Buwas berakhir pada akhir Februari 2018, Jokowi mulai mencari penggantinya dan kemudian memilih Heru Winarko, seorang mantan Deputi Penindakan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi melantik Heru di Istana Negara pada 1 Maret 2018, dengan harapan dapat melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh kepemimpinan sebelumnya, sehingga pemberantasan penyalahgunaan narkoba dapat berjalan maksimal.

Heru Winarko, seperti dikutip kompas.com, 1 Maret 2018, menyampaikan, "Selama 33 tahun saya banyak di bidang reserse, tapi di situ juga ada (pemberantasan) narkoba. Tahapan-tahapannya jelas. Ada pengaduan masyarakat, penyidikan dan lain-lain. Itu standar penegakkan hukum. Jadi BNN dan KPK tidak jauh berbeda."

Heru menambahkan, "Saya kenal dengan Pak Buwas bukan baru, sudah dari tahun 81 saya kenal beliau. Jadi ya saya akan dapat banyak bimbingan dari Pak Buwas. Saya juga mengharapkan bantuan semua dari pemangku kepentingan bahwa pemeberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN. Semua instansi dan semua warga negara Indonesia harus ikut. Narkoba adalah musuh kita bersama."

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed