Bawang Putih Bertunas, Amankah Dikonsumsi?

Smallest Font
Largest Font

Bawang putih menjadi bumbu dapur utama di banyak rumah. Namun, sering muncul pertanyaan ketika tunas hijau tumbuh, apakah bawang putih tersebut masih layak dan aman untuk dikonsumsi?

Kabar baiknya, menurut para ahli, bawang putih yang sudah bertunas tetap aman dikonsumsi selama tidak ada tanda pembusukan. Perubahan yang mungkin terjadi adalah pada rasanya.

Ahli gizi, Lizzy Swick, MS, RDN, menjelaskan bahwa bawang putih dengan tunas masih bisa digunakan jika siungnya masih keras dan tidak berjamur, berlendir, atau mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Swick yang dikutip dari laman Health, menyatakan, "Tunas hijau pada bawang putih lebih menandakan usia yang sudah lama, bukan berarti kualitasnya berbahaya. Bawang putih yang bertunas juga tidak menjadi racun."

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tertentu pada bawang putih dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan munculnya tunas.

Namun, masalah keamanan akan muncul jika bawang putih sudah membusuk, bukan hanya sekadar bertunas.

Swick menambahkan, "Bawang putih bisa bertunas karena pada dasarnya ia adalah tanaman hidup."

Seiring berjalannya waktu, atau dalam kondisi tertentu, bawang putih akan mulai menumbuhkan tunas baru. Tunas hijau ini merupakan bakal batang tanaman bawang putih yang terkadang terlihat di bagian atas siung atau di tengah saat bawang dipotong.

Ahli gizi Lisa Andrews, MEd, RD, LD, menjelaskan bahwa bawang putih biasanya mulai bertunas jika terpapar kelembapan berlebih, cahaya, atau suhu hangat yang memicu pertumbuhan tanaman baru.

Bawang putih yang bertunas cenderung memiliki rasa yang lebih pahit dan tajam dibandingkan dengan bawang putih segar. Rasa pahit ini terutama terasa pada bagian tunas hijau.

Pada hidangan mentah seperti saus salad, pesto, atau aioli, rasa pahit ini bisa lebih dominan. Akan tetapi, dalam masakan yang dimasak, rasa pahitnya biasanya lebih ringan, bahkan tidak terasa sama sekali.

Untuk mengurangi rasa pahit, cukup buang tunas hijau di tengahnya sebelum menggunakan bawang putih. Ini lebih berkaitan dengan preferensi rasa daripada masalah keamanan. Namun, jika bawang putih terasa sangat pahit, teksturnya berubah, atau baunya tidak sedap, sebaiknya jangan digunakan.

Meskipun tunas bukan masalah utama, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bawang putih sudah tidak layak dikonsumsi.

Andrews memperingatkan, "Jika tanda-tanda ini muncul, bawang putih kemungkinan sudah terkontaminasi bakteri atau jamur yang bisa menyebabkan keracunan makanan."

Tips Menyimpan Bawang Putih agar Tidak Cepat Bertunas

Penyimpanan yang benar dapat memperlambat pertumbuhan tunas dan mempertahankan kualitas bawang putih.

  • Simpan bawang putih utuh di tempat yang sejuk, kering, dan gelap dengan sirkulasi udara yang baik, misalnya di rak dapur atau wadah keramik khusus bawang.
  • Hindari menyimpan dalam wadah kedap udara karena dapat menahan kelembapan dan memicu pertumbuhan jamur serta tunas.
  • Jangan menyimpan bawang putih utuh di kulkas karena kelembapan di kulkas justru dapat mempercepat pertumbuhan tunas.
  • Saat membeli, pilih bawang putih yang segar, terasa berat, kulitnya kering dan rapat, serta tidak lembek.
  • Untuk bawang putih yang sudah dikupas atau dicincang, simpan di kulkas dan gunakan segera, atau bekukan untuk penyimpanan lebih lama.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed