Kenali Tanda Kaki Diabetes dan Cara Mendiagnosisnya
Kaki diabetes merupakan komplikasi umum bagi penderita diabetes akibat kadar gula darah tinggi. Kondisi ini memicu berbagai masalah pada kaki.
Luka pada kaki penderita diabetes sangat rentan terinfeksi akibat tingginya kadar gula darah. Infeksi ini diperparah oleh kemampuan tubuh yang menurun dalam penyembuhan luka, yang berpotensi menyebabkan amputasi kaki.
Oleh sebab itu, deteksi dini perubahan pada kaki, terutama jika sudah ada luka, menjadi krusial bagi penderita diabetes. Penanganan yang cepat dan tepat berkat deteksi dini dapat mencegah amputasi.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Andrew Jackson Yang, Sp. B, Subsp. BVE (K), MARS, deteksi dini dan penanganan awal sangat penting dilakukan. Hal ini disampaikan saat temu media di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 26 Februari 2026.
Kaki diabetes umumnya ditandai dengan perubahan-perubahan pada kaki pasien, termasuk luka yang sulit sembuh dan nyeri saat berjalan, bahkan untuk jarak pendek.
"Luka di kaki 2 minggu nggak sembuh-sembuh itu warning sign. Kakinya dingin, nyeri saat berjalan, seperti 100 meter 200 meter nyeri umumnya di betis," tutur dr. Andrew.
Kematian jaringan terjadi jika luka sudah menghitam. Amputasi mungkin diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi.
"Luka yang menghitam, itu kematian jaringan. Nadi di kaki lemah, tidak teraba, atau pernah ada riwayat amputasi sebelumnya itu harus sangat dipantau," imbuhnya.
Mendiagnosis Kaki Diabetes
Dokter akan melakukan wawancara (anamnesis) dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis kaki diabetes. Pemeriksaan ini meliputi:
- Sendi yang terkilir dan adanya pergeseran pada bagian tulang
Diagnosis juga mencakup pemeriksaan penunjang untuk menilai gangguan vaskular, seperti pemeriksaan Ankle-Brachial Index (ABI), USG Doppler, CT angiography, dan angiography.
Penanganan Kaki Diabetes
Penanganan kaki diabetes memerlukan pendekatan multidisiplin yang bertujuan mencegah infeksi serius dan amputasi, dengan cara:
- Mengurangi tekanan (offloading) pada area yang mengalami luka
dr. Andrew menjelaskan bahwa kontrol gula darah sangat penting, diikuti dengan pembersihan luka secara operatif dan kontrol infeksi dengan antibiotik yang tepat.
Revaskularisasi, tindakan mengembalikan aliran darah ke jaringan yang terganggu, adalah salah satu metode utama penanganan kaki diabetes. Teknik endovaskular (minimal invasive) dan bedah terbuka (operasi bypass pembuluh darah) adalah dua pendekatan utama revaskularisasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow