Prabowo Kritik Korupsi di Era Jokowi Mirip Kanker Stadium Empat

Smallest Font
Largest Font

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 27 Februari 2019, calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi korupsi di Indonesia. Ia menggambarkan korupsi saat itu sudah mencapai stadium empat, terutama di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya marak.

Sebelumnya, Prabowo juga sering menyampaikan kekhawatiran terkait potensi Indonesia bubar jika pemerintah gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memberantas korupsi. Prabowo menilai pemerintahan Jokowi gagal dalam hal ini.

Semangat reformasi mengamanatkan perlawanan terhadap korupsi. Masyarakat berharap tidak ada lagi pejabat negara yang melakukan pencurian uang rakyat. Hal ini yang kemudian mendorong lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di awal kemunculannya, KPK menunjukkan kinerja yang baik dengan meningkatkan penangkapan koruptor. Namun, menurut Prabowo, angka ini cenderung stagnan di era Jokowi. Pemerintah dinilai tidak serius dalam memberantas korupsi, karena banyak elite politik yang terlibat.

Prabowo Subianto menekankan bahwa praktik korupsi yang dilakukan elite politik, mulai dari kepala daerah hingga menteri, harus dihentikan. Ia memandang korupsi sebagai kejahatan luar biasa.

Kondisi korupsi yang dianggap parah membuat Prabowo meyakini ramalan Indonesia bubar pada tahun 2030. Ramalan ini didasarkan pada pemikiran PW Singer dan August Cole dalam novel mereka, Ghost Fleet: A Novel of the Next World War (2015), yang menyoroti isu-isu keamanan global.

Prabowo juga menyoroti elite politik di era pemerintahan Jokowi. Menurutnya, meskipun berpendidikan tinggi, perilaku mereka tidak pantas ditiru karena menggunakan kepintaran untuk menipu rakyat dan mencuri uang negara.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak boleh meremehkan masalah korupsi dan harus segera memberantas para koruptor.

"Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai satu persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai satu persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa. Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian! Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling! Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi," ungkap Prabowo, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun Partai Gerindra di Facebook pada 19 Maret 2018.

Prabowo terus menyuarakan sindirannya terkait korupsi yang dilakukan oleh elite politik di pemerintahan Jokowi. Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah. Pada 27 Februari 2019, Prabowo menganggap kondisi korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium empat.

Menurut Prabowo, korupsi telah menyebar ke berbagai lini pemerintahan dan akan mengganggu kesejahteraan rakyat, serta meningkatkan kemiskinan. Ia berjanji akan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utamanya jika terpilih dalam Pilpres 2019.

"Kalau perasaan saya mengatakan korupsi di Indonesia ini sudah stadium empat benar tidak? Korupsi sudah merugikan rakyat. Hei kau yang mencuri uang rakyat, rakyat sudah pintar jangan kau bohongi terus rakyat Indonesia."

"Tekad tim kami, kami bersumpah akan berjuang bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami memang tidak punya uang, makanya kalian datang ke sini dibayar tidak? Makanya tidak seragam yang datang ke sini macam-macam atributnya. Kami ingatkan bahwa rakyat tidak bisa dibeli, rakyat sudah semakin cerdas," ujar Prabowo dalam acara deklarasi dukungan ribuan Purnawirawan TNI-Polri di Grand Pasific Hall, Yogyakarta, sebagaimana dikutip dari kompas.com, 27 Februari 2019.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow