Terungkap! Perbedaan Mencolok Akar Dikotil vs. Monokotil yang Sering Tertukar

Smallest Font
Largest Font

Saat belajar biologi, kita seringkali dihadapkan pada perbedaan antara tumbuhan dikotil dan monokotil. Salah satu perbedaan yang paling mendasar terletak pada struktur akarnya. Meski sekilas terlihat sama, akar dikotil dan monokotil memiliki perbedaan signifikan dalam susunan jaringan dan bentuknya.

Perbedaan struktur akar dikotil dan monokotil secara skematis
Ilustrasi skematis perbedaan struktur internal akar dikotil dan monokotil.

Penting untuk memahami perbedaan ini karena berpengaruh pada cara tumbuhan menyerap air dan nutrisi dari tanah. Artikel ini akan mengupas tuntas dua perbedaan utama struktur morfologi akar tumbuhan dikotil dan monokotil secara mendalam.

1. Perbedaan dalam Susunan Pembuluh Angkut (Stele)

Perbedaan paling mencolok terletak pada susunan stele, yaitu bagian tengah akar yang berisi pembuluh angkut. Pada akar dikotil, xilem (pembuluh kayu) tersusun dalam bentuk bintang di tengah stele, dengan floem (pembuluh tapis) terletak di antara jari-jari bintang xilem. Jumlah lengan xilem bervariasi, umumnya antara 2 hingga 6.

Sementara itu, pada akar monokotil, xilem dan floem tersusun berselang-seling membentuk lingkaran di dalam stele. Di tengah lingkaran tersebut terdapat empulur (pith). Struktur ini memberikan kekuatan dan fleksibilitas pada akar monokotil.

Perbandingan Stele Akar Dikotil dan Monokotil di bawah Mikroskop
Perbandingan penampakan stele akar dikotil dan monokotil di bawah mikroskop. Perhatikan perbedaan susunan xilem dan floem.

Penting diperhatikan: Susunan stele ini sangat penting dalam identifikasi jenis tumbuhan melalui pengamatan mikroskopis pada sayatan akar.

2. Keberadaan Kambium

Kambium merupakan lapisan jaringan meristematik yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan sekunder (pelebaran) pada akar. Akar dikotil memiliki kambium vaskular di antara xilem dan floem, yang memungkinkan akar untuk tumbuh membesar seiring waktu.

Sebaliknya, akar monokotil umumnya tidak memiliki kambium vaskular. Akibatnya, akar monokotil tidak mengalami pertumbuhan sekunder dan cenderung memiliki diameter yang relatif sama sepanjang hidupnya. Pertumbuhan diameter pada akar monokotil terjadi karena aktivitas meristem primer.

Ilustrasi Kambium pada Akar Dikotil
Ilustrasi yang menunjukkan lokasi dan peran kambium dalam pertumbuhan sekunder akar dikotil.

Tips: Perbedaan keberadaan kambium ini juga menjelaskan mengapa beberapa tumbuhan dikotil memiliki akar yang besar dan kuat, sementara akar monokotil cenderung serabut.

Perbedaan Lainnya yang Perlu Diketahui

  • Sistem Perakaran: Akar dikotil umumnya memiliki akar tunggang yang kuat, sementara akar monokotil memiliki sistem akar serabut.
  • Seludang Akar (Coleorhiza): Pada akar monokotil terdapat seludang akar yang melindungi akar saat menembus tanah. Struktur ini tidak ditemukan pada akar dikotil.

Sudah Paham Perbedaan Akarnya? Sekarang, Praktikkan!

Dengan memahami perbedaan struktur morfologi akar dikotil dan monokotil, Anda akan lebih mudah mengidentifikasi jenis tumbuhan dan memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Cobalah amati akar beberapa tumbuhan di sekitar Anda. Apakah sesuai dengan ciri-ciri yang telah dijelaskan di atas?

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow