Pemprov DKI Revitalisasi JPO Sarinah, Dilengkapi Lift
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah kini telah direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan langsung JPO yang berlokasi di Jakarta Pusat ini. Peresmian ini dilaksanakan pada Senin, 2 Maret, sedikit meleset dari target akhir Februari yang direncanakan sebelumnya.
JPO Sarinah memiliki nilai historis karena menjadi JPO pertama di Jakarta. Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 21 April 1968 oleh Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin. Sempat ditutup pada tahun 2022, JPO ini kemudian dibuka kembali setelah proses revitalisasi.
Salah satu tambahan utama dalam revitalisasi ini adalah fasilitas lift. Lift ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas dan masyarakat berkebutuhan khusus menuju halte. Selain itu, pelican crossing tetap dioperasikan sebagai alternatif bagi pejalan kaki.
"Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas dan juga semua orang mempunyai pilihan, apakah mau menggunakan lift ataukah menggunakan pelican crossing yang tetap kita operasikan," ucap Pramono di JPO Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret.
Pramono menambahkan, "Sehingga dengan demikian, masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya."
Namun, penambahan lift menimbulkan perhatian karena dianggap mengurangi jalur pedestrian dan menyisakan ruang yang lebih sempit bagi pejalan kaki.
Menanggapi hal tersebut, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI sempat mengusulkan agar JPO terhubung langsung ke kawasan Mal Sarinah. Akan tetapi, usulan ini belum disetujui mengingat status bangunan Sarinah sebagai cagar budaya.
"Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke (dalam kawasan mal) Sarinah. Tetapi kan Sarinah ini heritage, cagar budaya sehingga mereka masih ingin mempertahankan itu," jelasnya.
Sebagai solusi, Pemprov DKI berencana memperlebar jalur pedestrian di sekitar JPO sekitar 2,6 meter. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang yang lebih luas dan nyaman bagi pejalan kaki.
Pramono berharap, akses yang lebih mudah ini akan mendorong masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Sarinah, yang merupakan cagar budaya.
"Kami menginginkan agar ini betul-betul karena Sarinah ini kan heritage, sehingga dengan demikian pilihan orang untuk belanja atau pergi ke Sarinah akan menjadi semakin mudah," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow