Jakarta Pusat Perketat Pengawasan Pasar Tanah Abang Selama Ramadan
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan pengawasan terhadap parkir liar dan pedagang yang meluber ke trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang diperketat selama bulan Ramadan.
Penertiban ini dilakukan setelah sebelumnya Pemerintah Kota Jakarta Pusat membongkar lapak dan aktivitas dagang yang memakan bahu jalan hingga trotoar di sekitar Pasar Tanah Abang yang membeludak saat awal bulan Ramadan.
Arifin menjelaskan kepada wartawan pada Kamis, 26 Februari, bahwa Pasar Tanah Abang masih menjadi pusat perbelanjaan utama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, baik untuk konsumsi pribadi, keluarga, maupun untuk dijual kembali secara grosir ke tempat lain.
Untuk mencegah pedagang kembali menggunakan badan jalan, Pemkot menempatkan petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) di sejumlah titik rawan. Arifin mengakui bahwa kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang seringkali kembali semrawut ketika pengawasan mengendur.
Ia menyatakan, "Ya memang seperti di beberapa tempat gitu, memang terkadang kalau pengawasan agak kurang, ya coba-coba kayak gitu."
Arifin juga memastikan tidak ada perlawanan selama penertiban. Menurutnya, setelah berdialog dan memberikan penjelasan, para pedagang bersedia kembali ke kios masing-masing.
Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada jam operasional pasar, tidak 24 jam penuh.
Ia menjelaskan, "Kalau Tanah Abang kan kita bisa lihat tuh, mulai jam 5 kan sudah mulai sepi. Jadi memang pada jam-jam sibuknya, jam di mana mulai dibukanya Pasar Tanah Abang, antara jam 10 sampai jam 4, jam 5 lah."
Ia memastikan petugas selalu berada di lokasi saat jam ramai. Total personel yang dikerahkan setiap hari mencapai sekitar 100 orang, gabungan dari Dishub dan Satpol PP.
“Kalau kemarin Dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian,” ujar Arifin.
Selain itu, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) juga diminta rutin membersihkan kawasan karena volume sampah meningkat seiring tingginya aktivitas perdagangan.
Arifin menilai, ketertiban kawasan menjadi kepentingan bersama, termasuk para pedagang. Kondisi yang rapi dan nyaman akan menarik lebih banyak pembeli. Sebaliknya, kondisi kumuh dan macet justru merugikan pedagang.
Ia menambahkan, "Kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang, gitu lo."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow