Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Militer di Pantai Selatan

Smallest Font
Largest Font

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengadakan latihan militer besar-besaran di sepanjang pantai selatan negara tersebut. Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kesiapan tempur.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa berbagai unit Pasukan Darat IRGC berpartisipasi dalam Latihan Gabungan 1404. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan "kesiapan tempur" dalam menghadapi berbagai ancaman.

ANTARA melaporkan pada Rabu, 25 Februari, bahwa latihan tersebut menampilkan teknologi tempur modern dan taktik baru. Latihan ini berlangsung seminggu setelah Angkatan Laut IRGC mengadakan latihan besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan langsung Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Ketegangan meningkat setelah AS mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom ke kawasan Teluk Persia dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa pihaknya akan memilih opsi militer jika perundingan nuklir gagal menghasilkan kesepakatan.

Putaran ketiga perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman dijadwalkan berlangsung di Jenewa. Iran diperkirakan akan mempresentasikan rancangan program nuklirnya kepada AS.

Penggunaan Drone dan Rudal Balistik

Dalam latihan perang di Iran selatan pada Selasa, IRGC mengerahkan drone dan amunisi jelajah. Rudal balistik Rezvan dilaporkan mampu mengintegrasikan data sasaran dengan drone bunuh diri Shahed-136. Sinergi ini memungkinkan serangan presisi terhadap target yang telah ditentukan sebelumnya. Drone itu menghantam sasaran dengan dukungan data navigasi dari unit rudal.

Pasukan khusus IRGC juga melakukan operasi simulasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai dengan dukungan artileri dan serangan dari pantai ke laut.

Komandan Pasukan Darat IRGC Brigjen Mohammad Karami mengatakan seluruh unit menjalankan "tindakan yang telah dirancang sebelumnya" di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, lapis baja, dan unit mekanis.

Uji Sistem Rudal Baru

Dalam latihan terpisah pada Kamis, unit rudal Pasukan Darat IRGC menguji sistem baru dengan berbagai jangkauan. Salah satu rudal diluncurkan ke target dan kemudian menghantam target lain di lokasi berbeda.

Menurut para komandan IRGC, sistem tersebut dilengkapi navigasi baru, memiliki akurasi tinggi, dan membawa hulu ledak yang mampu menembus konvoi serta posisi pertahanan musuh.

Brigjen Mohammad Hadi Sefidchian mengatakan langkah pertahanan pasif juga diterapkan dalam bidang peperangan elektronik.

Ketegangan tetap membayangi kawasan meski perundingan nuklir masih berlangsung setelah kedua pihak menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya konfrontasi militer.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed