Oman Serukan Diplomasi Terkait Konflik Iran-AS-Israel

Smallest Font
Largest Font

Di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan AS dan Israel ke Iran, Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad al-Busaidi, menyerukan semua pihak untuk kembali ke meja perundingan. Ia menekankan pentingnya diplomasi dan tidak menyerah pada harapan perdamaian.

Al-Busaidi menyampaikan melalui media sosial X bahwa "pintu diplomasi tetap terbuka". Ia juga menyinggung kemajuan yang telah dicapai dalam perundingan di Jenewa antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menlu Oman mengingatkan bahwa konflik yang sedang berlangsung tidak boleh menghapus prospek perdamaian. "Perang tidak boleh berarti harapan perdamaian padam. Saya masih percaya pada kekuatan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini. Semakin cepat perundingan dilanjutkan, semakin baik bagi semua orang," tambahnya.

Serangan gabungan Israel dan AS terhadap Iran terjadi pada Sabtu (28/2), saat perundingan antara Teheran dan Washington masih berlangsung. Oman sendiri berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut.

Oman juga menjadi mediator dalam negosiasi Iran-AS pada Juni 2025, saat Israel dan AS melakukan serangan serupa terhadap Iran.

Sebelumnya, pada Jumat (27/2), Menlu Oman menyatakan bahwa pembicaraan nuklir AS-Iran telah mencapai kesepakatan tentang “nol penimbunan” uranium yang diperkaya, termasuk pengurangan stok yang ada ke tingkat terendah dan mengubahnya menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh IAEA.

Al-Busaidi meyakini, seperti yang disampaikannya kepada CBS, bahwa "kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita" jika diplomasi diberi "ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya."

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed