BBPOM Bandung Perketat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan

Smallest Font
Largest Font

Menjelang Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung meningkatkan pengawasan terhadap sarana distribusi pangan. Sidak terbaru di kawasan wisata Lembang menemukan produk yang tidak memenuhi standar legalitas dan keamanan.

I Made Bagus Gerametta, Kepala BBPOM Bandung, menyatakan bahwa dari 12 sarana distribusi yang diperiksa (3 distributor besar dan 9 ritel modern), masih ditemukan produk tanpa nomor registrasi resmi (MD atau ML).

Selain masalah izin edar, BBPOM juga menemukan praktik pengemasan ulang (repacking) tanpa izin. Produk dipindahkan dari kemasan besar ke kemasan kecil tanpa mengikuti prosedur perizinan.

"Pengemasan ulang itu merupakan bagian dari proses produksi. Oleh karena itu, tetap wajib memiliki izin edar agar standar mutu dan gizinya terjamin," kata Made di Lembang, dilansir dari ANTARA.

Sebagai tindak lanjut, produk temuan diamankan dan dikembalikan ke distributor asal.

Pesan untuk Pelaku Usaha dan Konsumen

Pengawasan intensif ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat produk bermutu tidak jelas selama bulan puasa. BBPOM Bandung menekankan dua hal:

Bagi pelaku usaha, wajib mematuhi regulasi, termasuk registrasi dan pencantuman label informasi produk yang jelas. BBPOM berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan.

Bagi masyarakat, diimbau menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk pangan.

Tips Belanja Aman (Cek KLIK):

Kemasan: Pastikan dalam kondisi baik (tidak penyok, bocor, atau sobek).

Label: Baca informasi produk dengan teliti.

Izin Edar: Pastikan memiliki nomor registrasi BPOM yang valid.

Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal batas penggunaan produk.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow