BBPOM Aceh Awasi Ketat Takjil Ramadan, Cek Bahan Berbahaya
Menyambut Ramadan, BBPOM Aceh meningkatkan pengawasan terhadap berbagai kuliner khas yang dijajakan di berbagai sudut kota. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyatakan bahwa pengawasan ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa khawatir akan kualitas makanan yang dikonsumsi.
BBPOM melakukan pemeriksaan cepat di dua pusat kuliner utama, yaitu Pasar Lambaro dan Pasar Keutapang, Aceh Besar. Pengujian difokuskan untuk mendeteksi empat zat berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan.
Zat berbahaya yang dimaksud adalah:
- Boraks & Formalin: Umumnya ada pada mi goreng, tahu, dan bakso.
- Rhodamin B & Methanyl Yellow: Sering disalahgunakan sebagai pewarna tekstil pada minuman berwarna dan kudapan cerah.
Endang Yuliawati, Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, mengungkapkan hasil pemeriksaan 60 sampel makanan, termasuk gorengan, cincau, dan mi, menunjukkan hasil negatif zat berbahaya. "Alhamdulillah, semuanya memenuhi syarat dan aman dikonsumsi," ujarnya.
Meskipun menu takjil aman, BBPOM menemukan produk ritel kedaluwarsa seperti bubur dan biskuit bayi masih dipajang di etalase toko di Aceh Besar. Sebanyak 38 item produk langsung dimusnahkan di tempat, dan pengelola toko diberikan pembinaan.
BBPOM Aceh mengajak masyarakat menerapkan metode Cek KLIK sebelum membeli produk pangan olahan:
Kemasan: Pastikan kondisinya baik, tidak penyok, atau bocor.
Label: Baca informasi produk dengan teliti.
Izin Edar: Pastikan produk memiliki izin resmi dari BPOM atau P-IRT.
Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal aman konsumsi.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan kecurigaan terhadap makanan yang dijual di pasaran. Partisipasi aktif warga dan pengawasan ketat diharapkan menjaga kesehatan masyarakat selama Ramadan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow