Gastrodiplomasi di Kamboja: KBRI Phnom Penh Luncurkan Sertifikat Duta Rasa Nusantara
Upaya memperkuat gastrodiplomasi Indonesia di Kamboja kini memasuki babak baru melalui inisiatif Sertifikat Duta Rasa Nusantara. Program yang digagas oleh KBRI Phnom Penh ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi pelaku usaha kuliner Indonesia dalam mempromosikan kekayaan budaya melalui hidangan otentik di tanah Kamboja.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menyerahkan langsung sertifikat tersebut dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Phnom Penh pada Kamis lalu. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan duta besar negara sahabat serta kalangan pengusaha lokal setempat.
Resto Somatera terpilih sebagai penerima perdana penghargaan Duta Rasa Nusantara. Restoran yang dimiliki oleh Markus Dwinanta ini dinilai konsisten dalam menyajikan ragam kuliner khas berbagai daerah Indonesia selama hampir 17 tahun beroperasi di Kamboja. Selain aspek rasa, Resto Somatera juga berperan dalam pemberdayaan sumber daya manusia lokal melalui pelatihan memasak resep Nusantara bagi pemuda Kamboja.
Eksistensi restoran Indonesia di Kamboja saat ini tercatat cukup signifikan, dengan sekitar 400 rumah makan yang tersebar di berbagai provinsi. Dubes Santo menjelaskan bahwa inisiatif ini juga selaras dengan agenda Pemerintah Kamboja yang sedang gencar mempromosikan industri kuliner halal seiring meningkatnya kunjungan wisatawan Muslim ke negara tersebut.
Duta Rasa Nusantara adalah pengakuan terhadap peran penting restoran-restoran Indonesia dalam memperkenalkan masakan Indonesia kepada masyarakat lokal dan warga negara asing yang berada di Kamboja, ujar Dubes Santo dalam keterangan resminya.
Sebagai langkah lanjutan, KBRI Phnom Penh berencana menyusun kurasi daftar rekomendasi restoran Indonesia dengan standar resep otentik. Katalog tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi masyarakat umum maupun turis yang ingin menemukan cita rasa asli Nusantara di wilayah berjuluk Land of the Khmer tersebut.
| Aspek Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Penerima Pertama | Resto Somatera (Markus Dwinanta) |
| Lama Beroperasi | Hampir 17 Tahun |
| Total Rumah Makan RI | Sekitar 400 unit di Kamboja |
| Fokus Utama | Resep Otentik dan Cita Rasa Asli |
| Dampak Sosial | Pelatihan memasak untuk pemuda lokal Kamboja |
Melalui pemberian sertifikat ini, KBRI berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja semakin erat melalui pendekatan budaya. Selain itu, sertifikasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi restoran lain untuk terus menjaga standar kualitas dan keaslian menu guna memenangkan hati masyarakat internasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow