Bantuan Banjir Makassar Mendesak Dipercepat
Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena, mendesak pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan kepada ratusan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang terdampak banjir. Banyak warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam air dengan ketinggian lebih dari 50 cm.
Mahdalena menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga Makassar, Jumat, 27 Februari. Ia menekankan bahwa Makassar adalah kota penyangga ekonomi Indonesia Tengah.
Menurutnya, jika banjir terus meluas dan berlangsung lama, aktivitas perdagangan dan distribusi barang akan terganggu, sehingga berdampak langsung pada penghasilan warga.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat bahwa 878 jiwa atau 239 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir sejak Kamis, 26 Februari. Kecamatan Biringkanaya dan Manggala menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak.
Mahdalena menegaskan bahwa penanganan yang cepat sangat penting mengingat posisi strategis Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Tengah. Ia menilai, gangguan pada aktivitas kota ini akan berdampak domino pada distribusi logistik dan stabilitas ekonomi regional.
Terlebih lagi, warga saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah bencana. Oleh karena itu, Mahdalena meminta pemerintah memastikan ketersediaan logistik, terutama untuk sahur dan buka puasa, di titik-titik pengungsian.
"Di tengah keterbatasan pengungsian, pemerintah perlu memastikan ketersediaan makanan sahur, berbuka, serta kebutuhan dasar lainnya. Masyarakat yang hartanya rusak dan aktivitas ekonominya terhenti sangat membutuhkan kehadiran negara untuk meringankan beban mereka," tegasnya.
Mahdalena berharap agar di tengah segala keterbatasan akibat bencana, kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama menjalankan ibadah Ramadan.
Selain bantuan umum, Mahdalena juga menekankan pentingnya prioritas layanan bagi kelompok rentan. Ia meminta petugas di lapangan memastikan pemenuhan kebutuhan khusus bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, mulai dari makanan bergizi hingga akses layanan kesehatan yang sigap.
"Kebutuhan kelompok rentan harus menjadi prioritas. Misalnya ketersediaan susu untuk anak-anak serta layanan kesehatan bagi lansia. Setelah air surut nanti, proses pemulihan dan pembersihan harus dilakukan secara terkoordinasi agar roda perekonomian masyarakat segera pulih kembali," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow