Waspada Cuaca Ekstrem di NTB Akibat Penguatan Monsun Asia hingga Akhir Februari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari ke depan. Peningkatan curah hujan ini dipicu oleh fenomena penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian selatan.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, menjelaskan bahwa penguatan Monsun Asia memicu Angin Baratan yang signifikan. Kondisi ini mempercepat pembentukan awan konvektif secara intensif, terutama di bagian barat dan selatan Indonesia, yang berdampak langsung pada sebaran hujan di NTB.
Selain faktor Monsun Asia, dinamika atmosfer saat ini juga dipengaruhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih terpantau aktif. Kombinasi antara kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas lebat, baik dalam skala lokal maupun luas.
Peningkatan cuaca ekstrem di wilayah NTB masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, ujar Ari Wibianto pada Minggu di Mataram.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak lanjutan dari fenomena atmosfer ini, seperti ancaman banjir, tanah longsor, hingga potensi gangguan pada sektor transportasi darat, laut, dan udara. BMKG menyarankan agar warga melakukan penyesuaian rencana aktivitas luar ruang dan terus memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal komunikasi resmi.
Berdasarkan analisis klimatologi untuk periode Dasarian III Februari (21-28 Februari 2026), BMKG memetakan sejumlah wilayah dengan probabilitas curah hujan tinggi sebagai berikut:
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow