Sampah dari Luar Pasar Ditemukan di Pasar Induk Kramat Jati
Permasalahan sampah di Pasar Induk Kramat Jati kembali menjadi sorotan setelah ditemukan adanya sampah yang berasal dari luar area pasar.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengingatkan semua pihak untuk menjaga kebersihan pasar dan mencegah pasar dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.
Nova menyampaikan imbauan tersebut di gedung DPRD DKI Jakarta pada Jumat, 27 Februari. Ia mencontohkan praktik pembelian buah dalam jumlah besar yang menghasilkan limbah di lokasi transaksi. "Yang dibawa hanya buahnya, sisanya dibuang. Kondisi tersebut tentu menambah timbunan sampah," kata Nova.
Untuk meningkatkan pengawasan, Pasar Jaya telah memasang CCTV di beberapa titik dan memberikan peringatan kepada pihak yang membuang sampah sembarangan. Nova menekankan bahwa pengawasan perlu ditingkatkan.
Selain itu, Komisi B DPRD DKI Jakarta mendukung rencana Pasar Jaya untuk membangun sistem pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPST Bantargebang yang saat ini menampung sekitar 7.800 ton sampah per hari.
Meskipun mendukung, Nova mengingatkan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah, termasuk insinerator, tetap memperhatikan aspek lingkungan. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengawasan ketat, terutama terkait AMDAL dan residu hasil pembakaran.
"Jangan sampai insinerator berdampak pada pedagang maupun konsumen di sekitar pasar. AMDAL dan residu pembakaran harus diawasi secara serius," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow