Rusia dan Turki Pulangkan Warganya yang Ditahan di Irak
Rusia dan Turki tengah mempersiapkan proses pemulangan warga negara mereka yang mendekam di penjara Irak karena keterlibatan dengan ISIS.
Inisiatif ini muncul seiring upaya Irak untuk mengatasi keberadaan ribuan pejuang ISIS yang baru saja dipindahkan dari Suriah dalam operasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Irak saat ini menahan 5.704 orang yang diduga sebagai pejuang ISIS dari 61 negara, termasuk 160 warga Turki dan 130 warga Rusia.
Pemerintah Irak menyatakan akan mengadili para tahanan tersebut atas tuduhan terorisme sesuai dengan sistem hukum yang berlaku di negara itu. Namun, mereka juga mendesak negara-negara lain, khususnya negara-negara Uni Eropa, untuk mengambil kembali warga negara mereka.
Kedutaan Besar Irak di Moskow menginformasikan bahwa Wakil Menteri Dalam Negeri Rusia, Igor Zubov, telah menyatakan "kesiapannya untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan" terkait dengan para tahanan tersebut, seperti dikutip dari The National (27/2).
Menurut keterangan dari kedutaan, Zubov juga "berjanji untuk membuka saluran komunikasi langsung dengan kedutaan guna menyederhanakan prosedur, mempercepat langkah-langkah, dan memastikan koordinasi langsung dalam berbagai masalah yang saling menguntungkan."
Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, menyatakan bahwa Baghdad telah mencapai kesepakatan dengan Ankara terkait pemulangan warga negara Turki dan sedang melakukan pembicaraan dengan negara-negara lain.
Hussein menyerukan kepada "negara-negara di seluruh dunia untuk memulangkan warga negara mereka yang terlibat dalam aksi terorisme agar mereka diadili di negara asal mereka."
Pihak Turki mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Baghdad dalam menampung para tahanan.
"Tampaknya ada juga warga negara Turki di antara para tahanan tersebut. Turki siap untuk berdialog dengan otoritas Irak mengenai warga negara Turki," kata seorang sumber diplomatik Turki kepada Reuters.
"Upaya Irak harus menjadi contoh bagi komunitas internasional. Sangat penting bahwa semua pejuang teroris asing dipulangkan ke negara asal mereka."
Berdasarkan informasi dari The National, mayoritas tahanan adalah warga negara Suriah, sementara warga Irak merupakan kelompok terbesar kedua dengan 271 orang. Terdapat juga 208 orang dari Tunisia, 160 orang dari Turki, 142 orang Maroko, dan 100 orang Mesir. Warga negara lain yang ditahan berasal dari negara-negara Arab, Eropa, dan Asia.
Ribuan warga Irak dan warga negara asing yang telah dinyatakan bersalah atas keterkaitan dengan ISIS saat ini ditahan di penjara-penjara di Irak.
Pejabat Irak выражают khawatir akan munculnya kembali aktivitas ISIS di negara tersebut. Mereka khawatir kelompok itu akan memanfaatkan celah keamanan di Suriah setelah pelarian beberapa tahanan selama pengambilalihan wilayah timur laut oleh pasukan pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow