PM Inggris Prihatin Aksi Teror di Masjid Manchester
Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, menyatakan keprihatinannya terkait aksi teror yang menimpa jemaah tarawih di Manchester Central Mosque, Victoria Park, Manchester selatan.
Starmer menyampaikan bahwa insiden tersebut sangat mengkhawatirkan, khususnya bagi komunitas Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadan, yang seharusnya menjadi momen untuk kedamaian dan refleksi.
"Saya prihatin mendengar insiden di Manchester Central Mosque tadi malam. Saya tahu ini akan mengkhawatirkan bagi komunitas Muslim, terutama selama Ramadan, waktu untuk kedamaian dan refleksi," kata Starmer dikutip dari Independent, Kamis 26 Februari.
Starmer juga menyampaikan apresiasi kepada relawan dan layanan darurat atas respons cepat mereka dalam menangani situasi tersebut.
Pemerintah Inggris, kata Starmer, telah mengalokasikan dana sebesar 40 juta poundsterling untuk meningkatkan keamanan di masjid, sekolah Muslim, dan pusat komunitas.
Manchester Central Mosque dalam pernyataannya menyoroti perlunya keterlibatan yang lebih luas untuk menekan aksi teror terhadap warga Muslim di Inggris yang semakin sering terjadi.
“Komunitas Muslim di Inggris telah mengalami peningkatan ancaman dan permusuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan insiden Islamofobia merupakan masalah serius, dan sumber daya yang lebih besar sangat dibutuhkan untuk mengatasi risiko yang semakin meningkat dan nyata ini,” tulis pernyataan Manchester Central Mosque.
Pihak masjid juga mengapresiasi tindakan cepat jemaah dalam menanggapi serangan tersebut.
"Tindakan cepat dan bertanggung jawab dari para relawan kami memainkan peran penting dalam mengendalikan situasi. Tanpa intervensi mereka, konsekuensinya bisa jauh lebih serius," demikian pernyataan itu.
Masjid tersebut mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan, bepergian secara berkelompok, dan tidak meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan.
Aksi teror tersebut terjadi pada Selasa, 24 Februari, sekitar pukul 20.40. Pelaku melakukan aksinya bersama seorang rekannya yang masih dalam pengejaran petugas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow