Reza Pahlavi Sebut Republik Islam Iran Telah Mencapai Akhir

Smallest Font
Largest Font

Tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi, menyampaikan bahwa wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menandai berakhirnya era Republik Islam.

Melalui unggahan di media sosial X, Pahlavi menyatakan, "Dengan kematiannya, Republik Islam pada dasarnya telah mencapai akhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," seperti dikutip dari CNN (1/3).

Putra sulung Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang tinggal di Amerika Serikat, seringkali memposisikan diri sebagai pemimpin de facto Teheran. Dia juga menyampaikan bahwa upaya untuk menunjuk pengganti Khamenei "ditakdirkan untuk gagal sejak awal."

"Ini mungkin awal dari perayaan nasional kita yang agung, tetapi ini bukanlah akhir dari segalanya," kata Pahlavi kepada rakyat Iran.

Meskipun Pahlavi berhasil mengumpulkan ratusan ribu demonstran oposisi di seluruh dunia, beberapa kritikus menilai bahwa ia adalah tokoh yang lebih memecah belah daripada mempersatukan.

Dukungan terhadap monarki yang digulingkan dianggap tabu di Iran dan merupakan pelanggaran pidana. Sentimen ini telah lama dikecam oleh masyarakat yang melakukan pemberontakan rakyat untuk menggulingkan kediktatoran Shah.

Sebelumnya diberitakan, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada hari Sabtu. Amerika Serikat menyebut operasi itu sebagai "Operation Epic Fury," sementara Israel menamakannya "Operation Roaring Lion," seperti dikutip dari ABC.

Iran telah mengonfirmasi wafatnya Khamenei dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari, serta bertekad untuk membalas serangan tersebut.

Reza Pahlavi menyatakan bulan lalu bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana transisi kekuasaan bagi Iran melalui Iran Prosperity Project. Rencana ini mencakup tahapan perubahan konstitusi dan pemilu nasional setelah “pencopotan” otoritas yang berkuasa saat ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera, Pahlavi menegaskan bahwa pihaknya telah lama mempersiapkan skenario tersebut. Ia juga menyebutkan tidak akan terjadi kekosongan kekuasaan karena tahap awal rencana akan difokuskan pada langkah-langkah darurat selama 180 hari pertama untuk menjamin kesinambungan layanan publik dan keamanan.

Tahap berikutnya adalah fase stabilisasi, yang mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, pemulihan kepercayaan ekonomi, serta menjaga tata kelola pemerintahan dasar.

Setelah itu, menurutnya, Iran akan memasuki proses konstitusional yang diakhiri dengan pemilihan umum nasional. Pahlavi juga menambahkan bahwa Iran Prosperity Project menyediakan peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional.

Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengatakan bahwa Reza "tampak sangat baik" tetapi menyatakan ketidakpastian apakah Pahlavi akan mampu mengumpulkan dukungan di dalam Iran untuk akhirnya mengambil alih kekuasaan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di Ruang Oval, Trump menyampaikan bahwa ada kemungkinan pemerintahan ulama Iran dapat runtuh. Ia belum memberikan dukungan penuhnya kepada Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, yang digulingkan dari kekuasaan pada tahun 1979.

"Dia tampak sangat baik, tetapi saya tidak tahu bagaimana dia akan berperan di negaranya sendiri," kata Trump.

"Dan kita sebenarnya belum sampai pada titik itu," lanjutnya.

"Saya tidak tahu apakah negaranya akan menerima kepemimpinannya atau tidak, dan tentu saja jika mereka menerimanya, itu akan baik-baik saja bagi saya," tandas Trump.

Pahlavi (65), yang berbasis di AS, telah tinggal di luar Iran sejak sebelum ayahnya digulingkan dalam Revolusi 1979 dan telah menjadi suara terkemuka dalam protes. Oposisi Iran terfragmentasi di antara kelompok-kelompok yang bersaing dan faksi-faksi ideologis - termasuk kaum monarkis yang mendukung Pahlavi - dan tampaknya memiliki sedikit kehadiran terorganisir di dalam Iran.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow