Membidik Masa Depan Melalui SRMP 2 Kota Medan: Solusi Pendidikan Berasrama Bagi Keluarga Prasejahtera
Pertemuan rutin bulanan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan menjadi momen emosional yang mempertemukan orang tua dengan anak-anak mereka. Di tengah pelataran sekolah, para wali murid berkesempatan meninjau langsung perkembangan buah hati yang menempuh pendidikan dengan sistem asrama penuh.
Salah satu orang tua siswa, Suroso (53), mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan lembaga pendidikan ini. Warga Kelurahan Gedung Johor tersebut mengaku sangat terbantu karena putrinya, Kinanti (13), kini dapat melanjutkan sekolah meski di tengah keterbatasan ekonomi. Menurutnya, sistem pengawasan di asrama memberikan rasa tenang bagi orang tua.
"Perkembangannya banyak, kalau enggak ada Sekolah Rakyat ini kan, enggak bisa sekolah anak kami. Di sini termasuk bagus. Dari makanannya, dari kesehatannya, semua dipantau sama wali asrama," ujar Suroso dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (22/2/2026).
Suroso menyoroti perubahan signifikan pada sikap Kinanti yang kini lebih disiplin dan teratur dibandingkan saat berada di lingkungan rumah sebelumnya. Selain aspek karakter, peningkatan kualitas kesehatan juga terlihat jelas. Kinanti tercatat mengalami kenaikan berat badan hingga lima kilogram berkat asupan gizi yang terjamin di sekolah, kontras dengan kondisi harian keluarga yang serba terbatas.
| Aspek Perkembangan | Detail Perubahan Siswa |
|---|---|
| Kesehatan Fisik | Berat badan naik 5 kg, pemenuhan gizi (ikan dan sayur) terjamin. |
| Kedisiplinan | Pola hidup lebih teratur dan perubahan sikap yang signifikan. |
| Fasilitas | Seragam, makan, dan asrama disediakan secara penuh. |
| Dukungan Ekonomi | Membantu orang tua dengan penghasilan harian Rp50 ribu. |
Istri Suroso, Gustaria (46), yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur dan teri keliling, merasa beban finansialnya berkurang drastis. Dengan penghasilan rata-rata Rp50 ribu per hari, membiayai empat anak usia sekolah merupakan tantangan besar bagi keluarganya. Kehadiran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial menjadi pintu masuk Kinanti untuk mendapatkan fasilitas pendidikan layak secara gratis.
Bagi keluarga prasejahtera di Medan, sekolah ini dianggap sebagai instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan. Suroso berharap fasilitas ini dapat terus mewujudkan impian anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi namun terhambat biaya. "Terima kasih Pak Prabowo dan Menteri Sosial," pungkasnya menutup perbincangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow