Polres Aceh Tamiang Selidiki Teror Bangkai Anjing ke Relawan

Smallest Font
Largest Font

Kepolisian Resor Aceh Tamiang tengah melakukan penyelidikan terkait informasi adanya relawan yang mengalami teror di kawasan Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Teror tersebut berupa penemuan kantong plastik yang berisi bangkai anjing.

Kapolres Aceh Tamiang AKBPMuliadi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari relawan maupun masyarakat terkait kejadian ini. "Sampai saat ini, belum ada pihak relawan maupun masyarakat setempat datang ke polres maupun polsek untuk membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut," kata Muliadi dilansir ANTARA, Rabu, 25 Februari.

Meski belum ada laporan, kepolisian tetap melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan apakah kejadian ini benar-benar terkait dengan tindakan teror atau disebabkan oleh faktor lain. Kapolres menambahkan, kemungkinan lainnya adalah ketidaksengajaan masyarakat yang membuang sampah.

Dari hasil penyelidikan sementara, belum ditemukan indikasi adanya konflik sosial yang mendahului kejadian tersebut. Kapolres juga mengimbau kepada para relawan untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat jika membutuhkan pengamanan. "Kami siap melayani dan memberikan pengamanan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Muliadi.

Sementara itu, Satrio Widiantoro, seorang relawan Masjid Nurul Ashari, mengungkapkan bahwa dugaan teror bangkai anjing ini terjadi pada Senin (23/2). Kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut ditemukan di depan posko relawan yang berada di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Satrio mengatakan, "Kami merasa kantong berisi bangkai anjing tersebut sebagai bentuk teror. Namun, kami tidak tahu apa maksud pelaku membuang kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut di depan posko."

Menurut Satrio, selama ini hubungan dan komunikasi antara relawan dengan masyarakat setempat terjalin dengan baik. Selama tiga bulan berada di daerah tersebut, tidak pernah ada konflik antara relawan dan masyarakat. "Masyarakat juga jengkel mengetahui kejadian tersebut. Masyarakat juga bertanya-tanya mengapa ada pihak yang mengganggu keberadaan relawan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang," kata Satrio.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow