Akses 7.000 Warga Terisolasi, Polda Aceh Kebut Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh Utara
Polda Aceh mengintensifkan pengerjaan jembatan bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, guna memulihkan urat nadi transportasi yang terputus. Infrastruktur darurat ini menjadi solusi mendesak bagi sekitar 7.000 warga setempat yang terdampak bencana hidrometeorologi sejak akhir November 2025.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolri untuk memastikan masyarakat kembali memiliki akses menuju pusat pemerintahan dan area perkotaan. Pembangunan ini juga mendapatkan pengawasan ketat dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, yang sebelumnya telah meninjau lokasi secara langsung bersama jajaran pejabat utama.
Kehadiran jembatan ini dinilai krusial karena menjadi satu-satunya jalur bagi warga untuk menjalankan roda ekonomi dan pendidikan. Selain untuk mobilitas harian, jembatan bailey ini akan difungsikan sebagai jalur distribusi utama hasil pertanian penduduk desa ke pasar di luar wilayah mereka.
Kombes Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap pemulihan pascabencana. Percepatan pembangunan diharapkan dapat segera rampung agar aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Lhok Cut kembali berjalan normal.
Jembatan bailey itu dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan pendidikan maupun untuk mendistribusikan dan menjual hasil pertanian ke wilayah perkotaan, ujar Joko Krisdiyanto dalam keterangan resminya pada Minggu, 22 Februari.
Dengan selesainya infrastruktur ini, hambatan logistik yang selama ini mengganggu kesejahteraan warga pascabencana diharapkan segera teratasi, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Aceh Utara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow