Warga Kalideres Tolak Pembangunan Rumah Duka di Lahan Fasum, Pemkot Jakbar Siapkan Mediasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog antara warga Kalideres dengan pihak pengembang terkait sengketa pembangunan rumah duka dan krematorium. Langkah mediasi ini diambil setelah munculnya gelombang penolakan dari masyarakat setempat yang merasa tidak mendapatkan sosialisasi memadai.
Plt Camat Kalideres, Raditian Ramajaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaporkan situasi ini kepada Wali Kota Jakarta Barat. Meskipun proyek tersebut diklaim telah mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Barat, Raditian menekankan pentingnya pertemuan kedua belah pihak untuk meredam ketegangan.
"Kami siap memfasilitasi dan mempertemukan untuk mediasi. Namun, informasi yang kami terima, warga saat ini memilih menunggu tindak lanjut surat permohonan audiensi yang telah mereka layangkan ke Komisi A DPRD," ujar Raditian pada Senin (23/2/2026).
Konflik ini mencuat saat massa mendatangi lokasi proyek yang bersebelahan dengan RSUD Kalideres pada Sabtu (21/2). Warga Perumahan Citra 2 merasa kecolongan karena alat berat mulai beroperasi sejak pertengahan Februari tanpa adanya pemberitahuan resmi sebelumnya. Perwakilan warga, Budiman Tandiono, menyayangkan alih fungsi lahan yang seharusnya diperuntukkan sebagai fasilitas umum (fasum) tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow