Perumda Tirta Bhagasasi Targetkan Layani 1,2 Juta Warga Bekasi di 2027
Perumda Tirta Bhagasasi menargetkan dapat melayani 1,2 juta warga Kabupaten Bekasi dengan air bersih pada akhir tahun 2027. Target ini tertuang dalam rencana bisnis perusahaan untuk periode 2023-2027.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Reza Luthfi Hasan, menyatakan bahwa penyediaan air bersih merupakan tugas utama perusahaan. Selain itu, optimalisasi lini bisnis terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Reza menyampaikan bahwa tugas ini memiliki peran strategis dan sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikannya di Cikarang, seperti dikutip Antara, Senin, 2 Maret.
Perusahaan memiliki pedoman strategis dalam rencana bisnis lima tahunan, khususnya terkait tata kelola usaha yang fokus pada peningkatan cakupan pelayanan. Hal ini mencakup penambahan jumlah sambungan langganan (SL), peningkatan volume air terjual, penurunan tingkat kehilangan air, serta penguatan tata kelola dan kualitas layanan.
Reza menambahkan, upaya mencapai target pelayanan air bersih dilakukan dengan menambah jumlah sambungan langganan dari 284.000 menjadi 300.000 sambungan. Dengan penambahan ini, perusahaan berharap dapat melayani minimal 1,2 juta penduduk dari total 3,4 juta jiwa penduduk Kabupaten Bekasi saat ini, serta proyeksi penambahan menjadi 3,5 juta jiwa pada 2027.
Sebelum pemisahan aset dengan Kota Bekasi, perusahaan ini sebenarnya sudah berhasil mencapai angka tersebut saat masih berbadan hukum PDAM Tirta Bhagasasi.
Untuk mewujudkan target tersebut, Reza menekankan perlunya kinerja maksimal dari seluruh jajaran untuk menambah minimal 16.000 pelanggan baru hingga akhir tahun depan. Prioritas penambahan sambungan langganan baru akan difokuskan pada masyarakat yang tinggal di wilayah permukiman padat penduduk, kawasan permukiman baru yang terus berkembang, serta wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi.
Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, menambahkan bahwa selain fokus menambah jumlah SL sesuai target 2027, pihaknya juga berupaya menurunkan tingkat kehilangan air atau kebocoran.
Daud menjelaskan, untuk mengatasi masalah kehilangan air, pihaknya telah membentuk tim khusus yang bertugas menertibkan sambungan pipa air ilegal. Langkah ini bertujuan melindungi hak-hak pelanggan dan memastikan layanan distribusi air bersih berjalan optimal.
Tim khusus ini telah memulai penertiban di wilayah pelayanan cabang Cibarusah dengan surat tugas yang ditandatangani oleh Daud Husin. Penertiban serupa akan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan di wilayah pelayanan cabang lain, mengingat angka kehilangan air saat ini masih tergolong tinggi.
Daud Husin menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor, termasuk sambungan ilegal, kondisi teknis perpipaan yang sudah lama sehingga terjadi kebocoran, serta akurasi water meter yang perlu dievaluasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow