Penembakan Terjadi di Utah, Sasar Pemimpin Muslim Saat Ramadan

Smallest Font
Largest Font

Penembakan yang menyasar seorang pemimpin Muslim terjadi di Utah, Amerika Serikat, tepatnya di luar kediamannya. Insiden ini terjadi saat Bulan Suci Ramadan, meningkatkan kekhawatiran akan kejahatan kebencian. Pihak berwenang dan media lokal melaporkan kejadian ini.

Shuaib Din, imam yang memimpin Pusat Islam Utah, menjadi target serangan pada Senin malam di pinggiran Salt Lake City. Masjid yang dipimpinnya adalah yang terbesar di negara bagian tersebut. Menurut laporan The Salt Lake Tribune, Din tidak mengalami luka-luka, meskipun kendaraannya terkena beberapa tembakan.

Kepada surat kabar itu, Din menuturkan bahwa seorang pria telah menunggu di dalam mobil di luar rumahnya sebelum kemudian melepaskan tembakan saat ia hendak melaksanakan Salat Maghrib.

"Dia tahu rumah saya, tahu mobil saya, tahu jadwal saya," kata Din, seperti melansir Anadolu (25/2).

Din menjelaskan bahwa ia baru saja berbuka puasa bersama keluarganya, yang berlokasi sekitar dua menit dari masjid.

Ketika ia keluar dari garasinya, seorang pria bersenjata yang mengenakan masker dan hoodie keluar dari kendaraannya dan memberondongkan tembakan sebelum melarikan diri, ungkapnya.

Setelah menghubungi 911, Din berupaya mencatat nomor plat kendaraan pelaku. Namun, pelaku kembali, mendekati mobil Din, dan kembali melepaskan setidaknya delapan tembakan lagi.

Peluru mengenai kursi depan dan belakang serta kaca depan mobil. Din sempat mencoba mengejar pelaku, tetapi kemudian menghentikan usahanya.

Din mengaku tidak mengetahui identitas pelaku dan menduga motif serangan tersebut adalah kejahatan kebencian.

"Saya cukup terguncang," tandasnya.

Menurut laporan, pihak kepolisian menyatakan bahwa belum ada tersangka yang ditangkap.

Polisi telah merilis gambar yang diduga sebagai kendaraan tersangka, yaitu sebuah mobil penumpang berwarna putih dengan kemungkinan kerusakan atau bagian yang terlepas di bawah bemper depan sisi penumpang.

Pusat Islam Utah menyampaikan rasa terima kasih kepada penegak hukum dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi, serta menyatakan akan meningkatkan langkah-langkah keamanan di masjid.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations) menawarkan hadiah sebesar 5.000 dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman pelaku. Mereka juga menyerukan peningkatan perlindungan polisi untuk Din dan komunitas Muslim.

Wali Kota Sandy, Monica Zoltanski, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden ini, terutama karena terjadi selama bulan Ramadan.

"Meskipun motifnya masih dalam penyelidikan, kita tidak dapat mengabaikan bahwa ini terjadi selama bulan suci Ramadan, waktu untuk berdoa, merenung, dan mencari kedamaian bagi umat Muslim di seluruh dunia. Hal itu membuat kejadian ini sangat meresahkan bagi komunitas kita," kata Zoltanski dan Dewan Kota dalam sebuah pernyataan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed