Atasi Kesemrawutan Kawasan Palmerah, Pramono Anung Siapkan Penataan ala Stasiun Cikini
Kawasan Palmerah menjadi prioritas pembenahan infrastruktur oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi di titik tersebut. Fokus utama penataan akan menyasar area sekitar Pasar Palmerah dan Stasiun Palmerah yang selama ini dinilai sangat semrawut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut adalah aktivitas angkutan kota (angkot) yang menunggu penumpang dalam waktu lama di bahu jalan. Hal ini diperparah dengan buruknya aksesibilitas bagi pejalan kaki yang hendak menuju stasiun.
Kondisi keamanan pejalan kaki juga menjadi sorotan tajam. Pramono menyebutkan masih ditemukan warga yang terpaksa melompati pagar demi bisa masuk ke area stasiun karena ketiadaan akses yang memadai. Berdasarkan pemaparan di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 23 Februari, ia menegaskan bahwa praktik membahayakan tersebut tidak boleh terus berlanjut.
Skema penataan kawasan ini nantinya akan mengadopsi keberhasilan revitalisasi di Stasiun Cikini. Pemprov DKI berencana membangun fasilitas penyeberangan berupa pelican cross yang terintegrasi langsung dengan pintu masuk stasiun agar alur pergerakan warga lebih tertib dan aman.
Apa yang kami lakukan di Cikini kemudian dibangun pelican cross, itu menyelesaikan persoalan yang ada di Cikini. Dan untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama, ujar Pramono Anung terkait rencana teknis pembangunan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Pramono telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera bergerak. Langkah ini dipastikan melibatkan kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pengelola lahan stasiun, serta penataan bagi para pedagang di sekitar lokasi.
Target akhir dari revitalisasi ini adalah sterilisasi bahu jalan dari kendaraan yang berhenti sembarangan. Termasuk pedagang, nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan maka orang tidak bisa terutama angkot dan sebagainya ngetem sembarangan, tutur Pramono.
| Aspek Penataan | Rencana Tindakan |
|---|---|
| Akses Pejalan Kaki | Pembangunan pelican cross terintegrasi dan penghapusan hambatan fisik (pagar). |
| Transportasi Umum | Sterilisasi angkot yang berhenti sembarangan (ngetem) di depan pasar/stasiun. |
| Model Referensi | Implementasi sistem penataan Stasiun Cikini. |
| Mitra Kerja Sama | Kolaborasi antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT KAI. |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow