DKI Jakarta Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kepastian bahwa ketersediaan bahan pokok aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026. Jaminan ini disampaikan di tengah kekhawatiran dampak konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap harga komoditas global.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyatakan bahwa seluruh komoditas strategis berada dalam kondisi yang cukup, berdasarkan proyeksi kebutuhan dan stok yang ada.
Ratu menyampaikan, berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berstatus cukup dengan cadangan memadai, meski ada konflik AS-Israel dan Iran. Hal tersebut disampaikannya pada Senin, 2 Maret.
Pemprov DKI mencatat adanya kenaikan konsumsi sejumlah komoditas selama Ramadan. Proyeksi menunjukkan, kebutuhan telur ayam akan naik sekitar 7,5 persen, sementara daging sapi/kerbau dan bawang putih meningkat sekitar 3,5 persen.
Meskipun demikian, stok yang tersedia dinilai masih jauh di atas kebutuhan. Contohnya, untuk beras, tersedia lebih dari 100 ribu ton, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 68 ribu ton.
Elisabeth menambahkan, cadangan daging ayam dan daging sapi juga berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula dengan gula pasir dan minyak goreng, yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi.
Memasuki periode Idulfitri pada Maret, lonjakan konsumsi diperkirakan akan lebih tinggi. Telur ayam menjadi komoditas dengan kenaikan terbesar, yaitu lebih dari 17 persen, diikuti oleh daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.
Namun, Pemprov mengklaim bahwa dari sisi pasokan, stok tetap aman. Tercatat, beras tersedia lebih dari 136 ribu ton, sementara kebutuhan sekitar 78 ribu ton.
Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi dan menjaga stok harian di pasar tradisional maupun ritel modern.
Elisabeth menjelaskan, pihaknya juga akan mengintensifkan proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, intervensi akan segera dilakukan melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Elisabeth Ratu Rante Allo menutup keterangannya dengan menyampaikan, "Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow