Kota Bogor Gelar Buka Puasa Bersama di Klenteng

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan buka puasa bersama di sebuah klenteng sebagai representasi toleransi dan keberagaman. Acara ini berlangsung di Klenteng Phan Ko Bio, Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin, 23 Februari, dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim beserta warga.

Menurut Dedie Rachim, kegiatan buka puasa bersama di klenteng yang telah berdiri sejak tahun 1700-an ini adalah manifestasi nyata kerukunan masyarakat di tengah perbedaan. Ia menilai, momentum Ramadan yang bertepatan dengan suasana Imlek semakin memperkuat pesan kebersamaan di Kota Bogor.

"Inilah namanya ngabuburit. Ini juga bagian dari kita, di mana semua warga berbahagia menyambut bulan suci Ramadan dan menunggu waktu berbuka," ujar Dedie Rachim.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor dan Yayasan Desa Inklusi mengunjungi rumah-rumah warga lanjut usia dan menjenguk warga yang sakit. Mereka juga meninjau rumah tidak layak huni yang direncanakan akan mendapat bantuan perbaikan. Anak-anak yang menunggu waktu berbuka puasa menerima pembagian susu.

Dedie Rachim menilai bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah Kota Bogor yang menjunjung tinggi toleransi. "Februari ini kita masih dalam suasana Imlek, sekaligus memasuki bulan suci Ramadan. Momentum ini kita jadikan sebagai ajang silaturahmi untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi, serta meningkatkan toleransi. Faktanya, warga di sini tidak memiliki persoalan terkait perbedaan latar belakang," ucapnya.

Lebih lanjut, Dedie Rachim menyatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama di klenteng menunjukkan keterbukaan ruang ibadah lintas budaya. "Inilah Bogor di bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan. Kita bisa buka puasa bersama di klenteng, disediakan makanan, bahkan tersedia musala untuk melaksanakan salat," kata Dedie Rachim.

Setelah berbuka puasa, wali kota melanjutkan kegiatan dengan menyusuri kawasan permukiman padat penduduk dan melaksanakan salat Isya serta Tarawih keliling di Kampung Padabeunghar.

Direktur Yayasan Desa Inklusi, Lazira, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan gambaran kuatnya toleransi antarmasyarakat di Kota Bogor. "Ini merupakan wujud toleransi yang kuat. Ketika ada kegiatan lintas budaya seperti buka puasa bersama, itu menunjukkan bahwa Kota Bogor indah dengan tingkat toleransi yang tinggi," ujarnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan pembagian sembako serta santunan bagi anak yatim, lansia, dan dhuafa. Lazira berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi komunitas lain. "Harapannya bisa diduplikasi dan menjadi role model sebagai miniatur keberagaman yang ada di Kota Bogor," tuturnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed