Kolak Pisang Ubi vs Biji Salak, Mana Lebih Sehat?

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kolak menjadi hidangan takjil yang identik dengan Ramadan. Rasanya yang manis dan gurih membuat kolak digemari sebagai pelepas dahaga dan pengganjal perut setelah berpuasa.

Kolak pisang dan ubi serta kolak biji salak adalah dua jenis yang paling umum ditemui. Jika dilihat dari sisi kesehatan, manakah yang lebih baik dikonsumsi?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui program Budi Gemar Sharing (#BGS) memberikan penilaian terhadap takjil. Kolak pisang dan ubi mendapatkan rating B atau cukup sehat.

"Memang (kolak) manis sih, tapi saya lihat ada pisang, ada ubi. Nah itu kan penuh dengan serat," kata Menkes.

Penilaian tersebut didasari kandungan gizi yang baik pada pisang dan ubi, meskipun kolak pisang tetap mengandung gula tambahan.

Pisang dan ubi sama-sama sumber karbohidrat yang baik. Setiap 100 gram pisang mengandung sekitar 89 kalori. Pisang kaya akan karbohidrat sederhana yang mudah dicerna tubuh, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan energi setelah berpuasa. Pisang juga mengandung kalium dan vitamin B6 yang baik untuk fungsi otot dan saraf.

Ubi jalar mengandung sekitar 86 kalori per 100 gram. Ubi memiliki karbohidrat kompleks dan serat lebih tinggi dibanding pisang, memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah. Ubi berwarna oranye kaya beta-karoten atau provitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh.

Pisang lebih praktis dan cepat memberi energi. Namun, ubi lebih unggul dalam kestabilan gula darah dan kandungan serat.

Kolak Biji Salak Kurang Sehat

Kolak biji salak mendapat rating C atau kurang sehat dari Menkes. Biji salak yang terbuat dari tepung tapioka dan gula dinilai tinggi karbohidrat sederhana, tetapi rendah serat.

"Ini biji salak? tapi kok enggak ada salaknya," katanya.

Biji salak tidak mengandung buah salak. Bahan utamanya adalah tepung yang dibentuk menyerupai biji salak, disajikan dengan kuah gula merah dan santan.

Kombinasi gula dan santan menghasilkan rasa yang lezat, tetapi kandungan seratnya hampir tidak ada.

Tanpa serat, gula darah bisa melonjak lebih cepat, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar saat perut kosong setelah berpuasa.

Sebagai perbandingan, kurma mendapat rating A atau sehat dari Menkes.

"(Kurma) manis sih, tapi ini serat semua, dan gulanya alami," bebernya.

Kurma dikenal sebagai sumber energi alami yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Kandungan gulanya alami dan disertai serat, sehingga lebih baik dikonsumsi saat berbuka puasa.

Kolak pisang dan ubi adalah pilihan yang lebih baik dibanding kolak biji salak karena mengandung serat dari bahan alaminya. Perhatikan porsi dan jumlah gula yang digunakan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed