KEK Industropolis Batang Perkuat Layanan Energi Terbarukan

Smallest Font
Largest Font

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), pengelola KEK Industropolis Batang, menandatangani MoU dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat layanan catudaya serta mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di kawasan industri strategis nasional tersebut.

Kerja sama ini diharapkan menjamin pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi tenant industri. Selain itu, juga memperkuat transformasi kawasan menuju ekosistem industri berbasis energi terbarukan yang kompetitif di tingkat nasional.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, A.A. Putu Ngurah Wirawan, menekankan pentingnya penguatan sektor energi. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun kawasan industri modern dan berkelanjutan.

"Kawasan industri tidak bisa hanya bergantung pada penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber recurring income. Kehadiran JPEN melengkapi kesiapan infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang," jelasnya.

Strategi kawasan termasuk penguatan sektor energi untuk menghadirkan kepastian operasional. Efisiensi biaya jangka panjang, serta standar industri berkelanjutan bagi investor nasional maupun global juga menjadi perhatian.

Direktur Utama JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyambut baik kolaborasi ini sebagai sinergi strategis. Sinergi ini melibatkan BUMD energi dan kawasan industri nasional.

"Kami menyambut kerja sama ini dengan optimisme. JPEN akan menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, termasuk penyediaan listrik 24 jam yang andal dan berkualitas tinggi. Ke depan, kami merencanakan pengembangan investasi EBT hingga 180 MW berbasis energi baru terbarukan, yang bersumber dari pembangkit tenaga surya (solar panel), tenaga bayu (angin), serta potensi energi gelombang laut," ujarnya.

Diversifikasi sumber energi terbarukan akan memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan. Selain itu, juga meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah menuju standar premium industrial estate yang berorientasi pada keberlanjutan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang adalah etalase investasi Provinsi Jawa Tengah. Kawasan ini juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. Investor hari ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi garda terdepan implementasinya,” tegasnya.

MoU ini diharapkan segera ditindaklanjuti agar menjadi ikon kawasan industri berbasis green economy di Jawa Tengah. Selain itu, diharapkan mampu menjadi referensi pengembangan kawasan industri lainnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Ir. Sakina Rosellasari, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Agus Sugiharto, Kepala Biro BUMD & BLUD Provinsi Jawa Tengah Agus Prasutio, serta para pimpinan BUMN dan BUMD.

Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi pada keberlanjutan, KEK Industropolis Batang semakin mengukuhkan posisinya sebagai green industrial hub di Jawa Tengah dan magnet investasi strategis di Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed