Jokowi Ungkap Peningkatan Pembenci Jelang Pilpres 2014

Smallest Font
Largest Font

Popularitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak hanya mendatangkan dukungan, tetapi juga meningkatkan jumlah pembencinya menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Hal ini diungkapkan Jokowi pada 28 Februari 2014, berdasarkan pantauannya terhadap berbagai pemberitaan media online terkait Jakarta.

Sebelumnya, Jokowi memang dikenal luas setelah keberhasilannya memimpin Surakarta sebagai Wali Kota pada periode 2005-2012. Gaya kepemimpinannya yang merakyat dan kemampuannya dalam memahami permasalahan masyarakat melalui blusukan, membuat dirinya dekat dengan warga.

PDIP kemudian mengusung Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Keduanya berhasil memenangkan Pilgub setelah melalui dua putaran, mengalahkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Kemenangan ini memunculkan harapan baru bagi Jakarta.

Majalah Tempo dalam laporannya berjudul "Gubernur Baru Jakarta Lama" (2012) menuliskan, “Jokowi dan Basuki barangkali memunculkan harapan bagi penduduk Jakarta: mereka akan memimpin Ibu Kota dengan lebih manusiawi. Ketika memimpin Kota Solo, Jokowi dikenal sangat humanis. Ia, misalnya, meminta Satuan Polisi Pamong Praja "mengandangkan" pentungan dan pistol mereka.”

“Jokowi juga mampu memindahkan kawasan pedagang pasar tanpa gejolak. Ketika menjadi Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung, Basuki juga cukup membumi,” lanjut laporan tersebut.

Popularitas Jokowi terus meningkat seiring dengan kepemimpinannya di DKI Jakarta. Namun, pada 28 Februari 2014, Jokowi menyadari bahwa seiring dengan bertambahnya pendukung, jumlah pembencinya pun ikut meningkat.

Menurut Jokowi, ia mengetahui hal ini setelah membaca berbagai pemberitaan media online tentang Jakarta. Meskipun demikian, Jokowi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran kelompok pembenci tersebut, terutama menjelang Pilpres 2014.

"Saya melihathaters-nya semakin banyak.Nggakada kelompok yang dikerahkan. Saya baca, tapinggakada sama sekali (pengerahan kelompok). Betul-betulnggakada. Saya lihat bukan dari sebuah kota (pembaca yang mendukung), tapi dari macam-macam daerah," ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamankompas.com, 28 Februari 2014.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed