Jakarta Timur Fokus Tangani Stunting pada 83 Anak Cipayung
Tantangan kesehatan masyarakat berupa stunting masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia. Gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis ini berdampak pada tinggi badan, perkembangan kognitif, dan kualitas SDM.
Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama jajaran terkait memusatkan perhatian pada sekitar 83 anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Cipayung. Pendekatan yang dilakukan meliputi pendataan, pengawasan, dan pendampingan berkala.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan bahwa 83 anak terindikasi stunting di Kecamatan Cipayung memerlukan perhatian dan pengawasan ketat.
Menurut Munjirin, anak-anak tersebut perlu dipantau intensif, terutama melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama tiga bulan.
Munjirin berharap agar anak-anak diperhatikan lebih intensif. Ia mengimbau agar setiap ASN menjadi bapak atau ibu asuh stunting.
Skema ini mengharuskan aparatur memantau kondisi anak setidaknya tiga kali seminggu, termasuk memastikan asupan makanan sesuai kebutuhan gizi. Pengawasan ini dinilai penting agar generasi penerus tumbuh sehat dan optimal.
"Ini penting agar tumbuh kembang mereka juga menjadi baik dan sehat," tegas Munjirin.
Camat Cipayung Diman menjelaskan, dari 83 anak, 10 mengalami gizi buruk dan 73 kekurangan gizi.
"Ini menjadi perhatian kita bersama. Pak Wali meminta para aparatur yang ada di Kecamatan Cipayung agar ini menjadi perhatian. Dicarikan donatur, dan juga para ASN-nya harus ikut sumbang untuk mengentaskan anak-anak yang stunting tersebut, sehingga permasalahan stunting di Kecamatan Cipayung dapat terselesaikan," ungkap Diman.
Pemkot Jakarta Timur berharap penanganan stunting di Cipayung dapat berjalan efektif dan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, aparatur, dan dukungan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow