Momen Langka Februari 2026: Imlek, Rabu Abu, dan 1 Ramadan Jatuh Bersamaan
Pekan ketiga Februari 2026 menjadi catatan sejarah kalender yang sangat jarang terjadi. Fenomena langka yang terakhir kali tercatat pada abad ke-19 ini mempertemukan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, ibadah Rabu Abu, dan hari pertama Ramadan 1447 Hijriah dalam rentang waktu tujuh hari yang sama.
Umat Tionghoa mengawali rangkaian ini dengan kemeriahan di berbagai daerah. Di Tambun, Bekasi, masyarakat memadati pusat perbelanjaan untuk menyaksikan atraksi barongsai pada Selasa (17/2/2026). Sementara itu, nuansa spiritual terasa kental di Kelenteng Thien Ie Kong, Samarinda, sejak Senin (16/2/2026). Ritual sembahyang dilakukan sebagai bentuk syukur dan harapan menyambut tahun Kuda Api agar menjadi lebih baik. Tradisi pelepasan burung sebagai simbol kebebasan dan keberuntungan juga berlangsung di Vihara Dharma Bakti, Jakarta, bersamaan dengan gelaran Jakarta Light Festival di kawasan Kota Tua.
| Peringatan Keagamaan | Tanggal Pelaksanaan | Lokasi Utama Aktivitas |
|---|---|---|
| Tahun Baru Imlek 2577 | 16\u201317 Februari 2026 | Kelenteng Thien Ie Kong, Vihara Dharma Bakti, Kota Tua |
| Rabu Abu | 18 Februari 2026 | Gereja Katolik (Misa Liturgi) |
| Awal Ramadan 1447 H | 18 Februari 2026 | Masjid Istiqlal, Masjidil Haram, Masjid Jogokariyan |
Pada Rabu (18/2/2026), umat Katolik di berbagai penjuru memulai masa Prapaskah melalui ibadah Rabu Abu. Penandaan abu di dahi menjadi simbol dimulainya 40 hari masa pertobatan, doa, dan aksi amal kasih sebelum hari raya Paskah. Fokus utama dalam periode ini adalah praktik puasa dan pantang bagi seluruh jemaat.
Secara bersamaan, suasana religius juga menyelimuti umat Muslim yang memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Masjid Istiqlal Jakarta dipadati ribuan jamaah untuk salat tarawih perdana pada Rabu malam. Di Yogyakarta, Masjid Jogokariyan telah bersiap menyajikan sekitar 3.800 porsi takjil gratis setiap harinya. Tradisi persiapan ini juga merambah hingga Aceh Tamiang melalui kegiatan pembersihan masjid oleh para santriwati. Di kancah internasional, umat Muslim di Gaza, Palestina, tetap menjalankan ibadah berbuka puasa di tengah reruntuhan bangunan pada hari pertama bulan suci tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow