Fadli Zon Dorong Pemajuan Kebudayaan yang Terukur Dampaknya

Smallest Font
Largest Font

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Senin, 23 Februari. Pertemuan tersebut membahas pentingnya pemajuan kebudayaan yang terukur dan kolaboratif.

Fadli Zon menegaskan, pemajuan kebudayaan tidak boleh hanya menjadi acara seremonial. Lebih dari itu, harus menjadi kerja bersama yang dampaknya terukur.

Salah satu agenda yang dibahas adalah Pelatihan 1.000 Penari “Genjring Party” yang melibatkan seribu sanggar tari di wilayah Jabodetabek. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung 28 Februari 2026 di Kuil Murugan atau Shri Sanathana Dharma Aalayam.

Fadli mengingatkan bahwa negara memiliki mandat yang jelas terkait kebudayaan. Namun, pelaksanaannya tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. "Sesuai Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, kita punya kewajiban," ujar Fadli.

Yayuk Sri Budi Rahayu, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, menambahkan bahwa pelestarian hingga pewarisan budaya adalah tanggung jawab semua pihak. Pemerintah hanya sebagai simpul, sedangkan masyarakat adalah penggerak utamanya.

Gema Sadhana, yang berdiri sejak 2011, menyatakan diri konsisten memperjuangkan hak serta aspirasi umat Hindu, Buddha, Konghucu, dan para penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dilakukan sembari memperkuat nilai kebangsaan dalam keberagaman melalui aktivasi kebudayaan.

Ketua Umum DPP Gema Sadhana, A.S. Kobalen, mengatakan bahwa “Genjring Party” bertujuan untuk memacu regenerasi penari dan menguatkan sanggar-sanggar. "Kami ingin memberi motivasi bahwa sanggar-sanggar ini tidak sendiri, sanggar ini bisa kita bina dan bisa kita lestarikan," kata Kobalen.

Ratu, perwakilan pimpinan sanggar, menyampaikan antusiasme peserta yang tinggi. Ia menilai pelatihan tersebut bukan sekadar panggung, melainkan juga bentuk apresiasi karya seni sekaligus dorongan regenerasi, termasuk bagi pencipta musik yang terlibat.

Menutup diskusi, Fadli berharap aktivasi ekspresi budaya semakin luas, mencakup seni rupa, seni tari, hingga seni pertunjukan, dan tidak hanya menjadi agenda musiman.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow