BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah. Fenomena ini merupakan dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat.
Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bahwa sirkulasi Bibit Siklon Tropis 90S meningkatkan suplai uap air ke wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah, berdasarkan pembaruan data pada Selasa (07.00 WIB).
“Walaupun berpeluang rendah menjadi siklon tropis, sistem ini tetap berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di Jateng,” kata Teguh.
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi secara bertahap, terutama di wilayah selatan, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan Jawa Tengah. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah. Tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa berpotensi mencapai 2,5-4 meter, yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil.
“Nelayan dan operator jasa pelayaran agar memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melaut dan mengutamakan keselamatan,” kata Teguh.
Selain Bibit Siklon Tropis 90S, terdapat dua bibit siklon tropis lain yang turut terpantau, yakni 92P di sekitar Teluk Carpentaria dan 93S di barat laut Australia. Meskipun berpeluang rendah menjadi siklon tropis, kedua sistem tersebut dapat memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah perairan Indonesia timur dan selatan.
Bibit Siklon Tropis 92P berdampak pada peningkatan gelombang di Laut Arafuru, sementara Bibit Siklon Tropis 93S berkontribusi terhadap gelombang tinggi di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara. Keberadaan tiga sistem tersebut menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Indonesia.
Kondisi cuaca yang dipicu oleh tiga sistem tersebut diprakirakan berlangsung hingga Rabu (4/3) pukul 07.00 WIB. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jateng.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow