Bencana Hidrometeorologi Dominasi Indonesia, BNPB Imbau Waspada
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan dampak cuaca ekstrem, masih menjadi ancaman utama di berbagai wilayah Indonesia. Data ini dihimpun dalam 24 jam terakhir hingga pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa data menunjukkan dominasi bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah.
Salah satu contohnya adalah banjir yang melanda Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin, 23 Februari. Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 14.21 hingga 19.15 WIB menyebabkan air merendam sembilan desa dan dua kelurahan di tujuh kecamatan.
Akibatnya, 196 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Selain permukiman, jembatan dan lahan pertanian seluas 800 meter persegi juga mengalami kerusakan.
Banjir di Bondowoso berangsur surut pada Rabu, 25 Februari. BPBD Kabupaten Bondowoso tetap bersiaga dan mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi hujan deras.
Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, juga mengalami banjir pada Rabu. Hujan lebat sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WITA menyebabkan genangan di lima desa di Kecamatan Bolo dan Madapangga.
BPBD Kabupaten Bima mencatat 257 kepala keluarga terdampak, dengan 233 unit rumah terendam.
Di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, banjir merendam Desa Ohoi Fako sejak Minggu, 22 Februari. Luapan sungai terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Sebanyak 51 jiwa mengungsi, 22 unit rumah terdampak, dua rumah rusak ringan, tiga akses jalan terdampak, serta dua talud rusak. Akses jalan antar desa sempat terhambat longsor.
Hingga Rabu, tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB. Dampaknya dirasakan di 10 desa pada delapan kecamatan.
BPBD Kabupaten Klaten mencatat delapan kepala keluarga terdampak dan tiga orang luka ringan. Tim Reaksi Cepat telah melakukan penanganan awal di lapangan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi yang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Abdul Muhari menambahkan, apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, segera tingkatkan kewaspadaan mulai dari keluarga dan lingkungan rumah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow