Bantahan Badan Gizi Nasional Terkait Isu Keuntungan Mitra SPPG Rp 1,8 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang menyebutkan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meraup keuntungan bersih hingga Rp 1,8 miliar per tahun. Isu yang beredar di media sosial tersebut ditegaskan tidak sesuai dengan realitas teknis maupun operasional di lapangan.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa nominal Rp 1,8 miliar tersebut bukanlah laba bersih, melainkan bagian dari proses pengembalian investasi atau return on investment (ROI). Dana tersebut mencakup kompensasi atas biaya yang telah dikeluarkan mitra untuk penyediaan lahan, pembangunan fisik, serta pengadaan peralatan khusus sesuai standar program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebutuhan teknis untuk dapur SPPG memang sangat ketat, di antaranya kewajiban menggunakan kompor bertekanan tinggi (high pressure) serta ketersediaan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pemerintah memberikan insentif sebagai bentuk penghormatan bagi mitra yang mampu memenuhi spesifikasi tersebut sesuai Juknis 401.1 Tahun 2026.

Estimasi belanja modal (Capital Expenditure) yang perlu disiapkan oleh mitra menggunakan dana pribadi tergolong signifikan, dengan rincian sebagai berikut:

Estimasi Investasi dan Ketentuan Mitra SPPG
Komponen InvestasiDetail Keterangan
Nilai Investasi AwalRp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar
Faktor Penentu BiayaLokasi dan harga lahan
Persyaratan TeknisStandar Juknis 401.1 Tahun 2026
Status DanaBelanja Modal (CapEx) pribadi mitra

Selain masalah finansial, Sony juga menanggapi isu mengenai dugaan afiliasi mitra dengan kekuatan politik tertentu. Ia memastikan bahwa seluruh proses verifikasi berjalan profesional dan objektif melalui 120 verifikator yang tidak memandang latar belakang politik pendaftar.

"Verifikasi hanya fokus pada aspek legalitas seperti NPWP dan NIB, serta kelayakan fisik lokasi bangunan," ungkap Sony. Guna menjaga transparansi, pimpinan BGN tidak terlibat langsung dalam proses verifikasi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, BGN juga mengerahkan 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ke seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan survei lapangan. Tim ini bertugas memastikan spesifikasi fisik dapur MBG benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelum mitra dinyatakan lolos seleksi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed