Ketegangan AS-Iran Meningkat, Puluhan Jet Tempur F-35 Siaga di Yordania

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan analisis citra satelit dan data pelacakan penerbangan, jumlah pesawat tempur yang disiagakan di fasilitas tersebut kini mencapai lebih dari 60 unit, atau meningkat tiga kali lipat dari kapasitas operasional biasanya.

Laporan yang dihimpun dari New York Times menunjukkan kehadiran teknologi militer mutakhir, termasuk jet tempur siluman F-35 yang lebih modern dibandingkan alutsista yang biasanya ditempatkan di pangkalan tersebut. Selain pesawat tempur, pantauan udara juga mengidentifikasi keberadaan unit drone, helikopter, hingga sistem pertahanan udara terbaru yang baru saja tiba di lokasi.

Detail Pengerahan Kekuatan Militer AS di Pangkalan Muwaffaq Salti
Jenis Aset MiliterDetail Kekuatan
Pesawat Tempur60+ Unit (Termasuk F-35 Stealth)
Pesawat Angkut68 Pendaratan (Sejak 15 Februari)
Alutsista TambahanDrone, Helikopter, Sistem Pertahanan Udara

Pemerintah Yordania memberikan konfirmasi bahwa penempatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik Washington ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian pertahanan bilateral antara kedua negara. Sebagian besar armada angkut dilaporkan telah mendarat sejak pertengahan Februari, dengan sisa jet tempur lainnya kemungkinan besar disimpan di dalam hanggar pelindung untuk menjaga kerahasiaan operasional.

Eskalasi kekuatan ini terjadi searah dengan pernyataan tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai program nuklir Iran. Trump sempat memberikan peringatan bahwa serangan militer akan menjadi konsekuensi jika kesepakatan penghentian total senjata nuklir tidak tercapai melalui negosiasi yang adil.

Hingga saat ini, Washington terus mendorong Teheran untuk kembali ke meja perundingan. Namun, di saat yang sama, Trump menegaskan bahwa armada besar telah dikerahkan dan memperingatkan bahwa tindakan militer di masa depan bisa memberikan dampak yang jauh lebih berat dibandingkan operasi-operasi sebelumnya jika kesepakatan nuklir menemui jalan buntu.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed