AS Serukan Penghentian Dukungan Perang Rusia di Ukraina

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan segala bentuk bantuan yang memungkinkan konflik Rusia-Ukraina terus berlangsung.

Washington memperingatkan bahwa perang ini telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang dahsyat dan mengancam stabilitas perdamaian serta keamanan global.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 25 Februari, menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang telah berlangsung selama empat tahun dan mengakibatkan ribuan korban.

Bruce menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong penyelesaian melalui perundingan, karena kekuatan militer tidak akan menyelesaikan konflik ini.

“Kekuatan militer tidak akan pernah menyelesaikan konflik ini – hanya solusi diplomatik yang disepakati kedua belah pihak yang dapat melakukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan damai hampir tercapai, namun pertempuran masih terus berlangsung.

Bruce menyoroti adanya dugaan dukungan asing terhadap Rusia, khususnya dari China. Menurutnya, China berperan penting dalam menjaga keberlangsungan industri perang Rusia.

“Kami telah berulang kali mendesak China di forum ini untuk berhenti memasok barang guna ganda dan komponen material kepada Rusia yang pada akhirnya digunakan dalam drone dan senjata lain di Ukraina,” katanya.

Selain itu, ia juga mengkritik Korea Utara, Iran, dan Kuba atas dugaan penyediaan pasukan, senjata, dan teknologi yang memperpanjang konflik.

“Amerika Serikat menyerukan seluruh negara anggota PBB untuk mengakhiri segala bentuk dukungan yang memungkinkan kelanjutan perang yang tercela ini, yang menimbulkan korban kemanusiaan yang menghancurkan serta mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh dunia,” ujarnya.

Tanggapan China

Utusan China untuk PBB, Fu Cong, dengan tegas membantah pernyataan wakil utusan AS tersebut. Ia menyebut pernyataan itu sebagai fitnah yang tidak dapat diterima.

“Pernyataan yang baru saja disampaikan perwakilan AS kembali mencemarkan dan memfitnah China, yang sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.

Fu menegaskan bahwa China bukanlah penyebab krisis Ukraina dan bukan pula pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Ia menambahkan bahwa Beijing terus menjalankan hubungan ekonomi dan perdagangan yang normal dengan Rusia dan Ukraina, serta dengan AS dan negara-negara Eropa.

China, menurut Fu, akan terus mengambil langkah yang wajar untuk menjaga keamanan energi dan menuduh AS mengada-ada dengan berbagai dalih serta kebohongan.

“AS terus menyerang dan mencemarkan China. Ini adalah manipulasi politik yang nyata,” katanya.

Ia juga menuduh AS memicu konfrontasi blok serta menciptakan perpecahan dan konflik, seraya menyerukan AS untuk berhenti mengalihkan perhatian, saling menyalahkan, dan menciptakan konflik serta perang di berbagai belahan dunia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed