Donald Trump Klaim Iran Ingin Berunding

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kepemimpinan baru Iran berminat untuk melakukan perundingan dengannya. Hal ini diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan majalah Atlantic pada hari Minggu.

Pernyataan ini muncul setelah adanya pengumuman mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diklaim akibat serangan dari AS dan Israel. Sesuai dengan Konstitusi Iran, sebuah struktur sementara akan memimpin negara hingga terpilihnya pemimpin baru.

"Mereka ingin berbicara, dan saya telah setuju untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka. Seharusnya mereka melakukannya lebih cepat. Seharusnya mereka memberikan apa yang sangat praktis dan mudah dilakukan lebih cepat. Mereka menunggu terlalu lama," kata Presiden Trump dalam wawancara dari kediamannya di Florida, melansir Al Arabiya dari Reuters (2/3).

Meskipun demikian, Trump tidak merinci dengan siapa perundingan tersebut akan dilakukan atau kapan tepatnya akan berlangsung.

Presiden Trump juga menyampaikan bahwa beberapa pihak yang terlibat dalam pembicaraan dengan AS sebelumnya sudah meninggal dunia.

"Sebagian besar orang-orang itu sudah pergi. Beberapa orang yang kami ajak berurusan sudah pergi, karena itu adalah pukulan besar," katanya dalam wawancara dengan penulis staf Atlantic, Michael Scherer.

"Seharusnya mereka melakukannya lebih cepat, Michael. Mereka bisa saja membuat kesepakatan. Seharusnya mereka melakukannya lebih cepat. Mereka terlalu berhati-hati," lanjutnya.

Mengacu pada Pasal 110 Konstitusi Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menjelaskan bahwa jika negara tidak memiliki Pemimpin, maka Presiden, Kepala Kehakiman (MA), dan seorang anggota ahli hukum Dewan Konstitusi - yang dipilih oleh Dewan Penentu Kebijakan - akan sementara menjalankan tugas Pemimpin hingga Pemimpin berikutnya terpilih, dikutip dari Tasnim.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa dewan kepemimpinan yang terdiri dari dirinya sendiri, kepala kehakiman, dan seorang anggota Dewan Penjaga yang berpengaruh telah sementara mengambil alih tugas pemimpin tertinggi setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow