Ahli Waris Michael Jackson Hadapi Gugatan Dugaan Pelecehan

Smallest Font
Largest Font

Ahli waris mendiang Michael Jackson kembali menghadapi masalah hukum. Tiga bersaudara dari keluarga Cascio melayangkan gugatan atas dugaan perdagangan anak dan pelecehan seksual yang dilakukan penyanyi berjuluk King of Pop tersebut.

Gugatan ini telah didaftarkan di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat, 27 Februari. Dalam gugatannya, mereka menuduh Jackson melakukan kekerasan seksual selama lebih dari satu dekade.

Dalam dokumen hukum, penggugat menyatakan bahwa Jackson adalah "pemangsa anak berantai" yang memanfaatkan kekayaan dan statusnya untuk menjerat mereka sejak usia dini. Mereka juga mengklaim telah dicekoki narkoba, alkohol, dan dipaksa menonton konten pornografi sebelum menjadi korban kekerasan seksual.

"Michael Jackson adalah predator anak berantai yang selama lebih dari sepuluh tahun membius dan melakukan pelecehan seksual terhadap masing-masing penggugat, dimulai saat beberapa dari mereka masih berusia tujuh atau delapan tahun," bunyi pernyataan dalam gugatan, dikutip Rolling Stone, Minggu, 1 Maret.

Keluarga Cascio, yang dulu menyebut diri mereka sebagai "keluarga kedua" Jackson, kini berbalik arah setelah bertahun-tahun membela sang bintang. Perubahan sikap ini terjadi setelah mereka menyaksikan dokumenter Leaving Neverland (2019) yang memicu keberanian mereka untuk mengungkapkan pengalaman traumatis tersebut.

Menanggapi gugatan tersebut, pengacara ahli waris Michael Jackson, Martin Singer, memberikan pembelaan keras. Ia menyebut gugatan ini sebagai upaya pemerasan demi keuntungan finansial semata. Singer menyoroti perubahan sikap keluarga Cascio yang mendadak setelah 25 tahun konsisten menyatakan Jackson tidak bersalah.

"Keluarga ini dengan gigih membela Michael Jackson selama lebih dari 25 tahun, memberikan kesaksian bahwa dia tidak bersalah atas perilaku yang tidak pantas,” ujar Singer.

“Pengajuan pengadilan baru ini adalah taktik mencari forum yang transparan dalam skema mereka untuk memperoleh ratusan juta dolar dari harta kekayaan dan perusahaan Michael," tambahnya.

Konflik hukum ini muncul di tengah persiapan peluncuran film biopik berjudul “Michael” yang disutradarai Antoine Fuqua. Film yang dibintangi keponakan Jackson, Jaafar Jackson, sempat menuai kritik tajam karena dianggap terlalu memihak dan mengabaikan testimoni para korban. Meskipun dijadwalkan rilis pada April mendatang, kasus hukum terbaru ini diprediksi akan menjadi ganjalan serius bagi citra Michael Jackson.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed