Panduan Menjaga Kesehatan Selama Puasa Ramadan Menurut Ahli Medis

Smallest Font
Largest Font

Kualitas kesehatan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sangat bergantung pada pengaturan asupan nutrisi dan kecukupan cairan tubuh. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr Taufik Ramadhan, menekankan pentingnya disiplin pola makan serta penyesuaian jadwal konsumsi obat agar tubuh tetap bugar saat beribadah.

Strategi hidrasi menjadi kunci utama untuk mencegah dehidrasi, terlebih saat suhu udara meningkat. Taufik menyarankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas setiap harinya. Pola konsumsi air dapat dibagi secara berkala, mulai dari saat berbuka puasa, setelah ibadah maghrib, usai tarawih, sebelum tidur, hingga waktu sahur tiba.

Terkait pola konsumsi makanan, dr Taufik Ramadhan menganjurkan agar saat berbuka diawali dengan porsi ringan. Kurma atau makanan manis dalam takaran wajar menjadi pilihan ideal untuk mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan. Setelah menunaikan salat maghrib, barulah masyarakat dapat mengonsumsi makanan berat dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin.

Panduan Pola Hidup Sehat Selama Ramadan
Aspek KesehatanAnjuran Medis
Kebutuhan CairanMinimal 8 gelas air putih per hari (pola saat berbuka hingga sahur).
Pola MakanGizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak, vitamin) dan porsi tidak berlebihan.
Aktivitas FisikOlahraga ringan menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.
IstirahatKualitas tidur terjaga antara 6 hingga 8 jam setiap hari.

Bagi pengidap penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, pengaturan jadwal pengobatan memerlukan perhatian khusus. Taufik memperingatkan agar pasien melakukan konsultasi medis terlebih dahulu untuk menyesuaikan waktu minum obat selama berpuasa. Hal ini bertujuan agar kondisi klinis pasien tetap terpantau dan terkendali meskipun terjadi perubahan pola makan harian.

Agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan aman dan tetap sehat, penting bagi umat Islam untuk menjaga pola makan serta mengatur jadwal minum obat bagi yang memerlukan, jelas Taufik dalam keterangannya yang dirilis pada Minggu, 22 Februari.

Selain faktor nutrisi dan obat-obatan, dr Taufik juga menyarankan agar masyarakat tetap aktif melakukan aktivitas fisik intensitas ringan. Penjagaan durasi tidur selama enam hingga delapan jam sehari juga menjadi faktor penunjang yang tidak kalah krusial dalam menjaga imunitas selama bulan suci.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed