Program Gaslah Bandung Ubah Perilaku Masyarakat Terhadap Sampah

Smallest Font
Largest Font

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) bertujuan meningkatkan kesadaran serta mengubah perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah di tingkat Rukun Warga (RW).

Menurut Farhan, setiap pagi, petugas Gaslah akan mendatangi rumah warga untuk memastikan sampah telah dipilah. Sampah organik kemudian akan diolah di lokasi yang telah ditentukan di tingkat kelurahan. Hal ini seperti dilansir ANTARA, Minggu (1/3).

Ia menekankan bahwa masalah sampah tidak hanya dapat diselesaikan dengan pengangkutan dan retribusi, tetapi memerlukan perubahan pola pikir dan tanggung jawab bersama.

Farhan menambahkan, sejak 14 Januari 2026, Kota Bandung ditetapkan dalam kondisi darurat sampah dan diawasi langsung oleh pemerintah pusat. "Kota Bandung ini kota binaan. Artinya kita diawasi langsung. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita sungguh-sungguh melihat sampah sebagai masalah bersama," katanya.

Menurutnya, kunci dari penyelesaian masalah sampah adalah perubahan pola pikir warga, dari sekadar membayar jasa pengangkutan menjadi bertanggung jawab sejak dari rumah. "Karena sampah yang ada di Kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab," ujarnya.

Farhan menjelaskan, total produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Akibat pembatasan ke TPA Sarimukti, sekitar 500 ton sampah harus ditangani secara mandiri di dalam kota.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed