Polemik Alumni LPDP Pilih Inggris, Pengamat Soroti Lemahnya Ikatan Kerja dan Seleksi Negara
Sistem manajemen Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi sorotan tajam menyusul pernyataan kontroversial seorang alumninya berinisial DS di media sosial. Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji, menilai kasus ini mencerminkan lemahnya ikatan emosional dan tanggung jawab penerima beasiswa terhadap negara.
Indra mengungkapkan bahwa fenomena penerima beasiswa negara yang enggan kembali ke tanah air bukan merupakan hal baru. Menurut pengamatannya, kecenderungan awardee untuk menetap di luar negeri sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, dipicu oleh minimnya kepastian lapangan kerja di dalam negeri yang sesuai dengan keahlian mereka.
Dalam analisisnya, Indra menyoroti bahwa proses seleksi LPDP saat ini belum cukup kuat untuk menyaring kandidat yang memiliki semangat juang membangun Indonesia. Ia menilai pembagian beasiswa terkesan tanpa arah karier yang jelas setelah masa studi berakhir.
"Proses seleksi juga kurang ketat. Bukan dipilih mereka yang benar-benar ingin membangun Indonesia dan berjuang untuk Indonesia," ujar Indra pada Minggu (22/2/2026). Ia menambahkan bahwa banyak penerima beasiswa merasa tidak memiliki utang moral kepada negara karena sistem yang ada tidak memberikan ikatan kerja yang nyata.
Indra menyarankan agar pemerintah Indonesia meniru model beasiswa di negara tetangga yang lebih terstruktur dalam pemanfaatan sumber daya manusia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow