Redam Balap Liar, Polda Riau Fasilitasi Pemuda Pekanbaru Lewat Lomba Lari 100 Meter
Upaya preventif untuk menekan aksi balap liar selama bulan suci Ramadan 2026 dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Riau dengan pendekatan unik. Alih-alih hanya melakukan patroli rutin, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menghadirkan kompetisi lari 100 meter sebagai wadah penyaluran energi bagi para pemuda di Kota Pekanbaru.
Ajang perdana yang dilangsungkan pada Sabtu (21/2/2026) malam tersebut menarik antusiasme tinggi, mulai dari ratusan remaja hingga komunitas lari lokal. Kompetisi ini mengusung tema 'Badan Sehat, Jiwa Kuat' dan direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam sepanjang bulan Ramadan guna memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan solusi konkret untuk meminimalisir aktivitas negatif di jalan raya, seperti geng motor dan trek-trekan. Menurutnya, langkah ini adalah bentuk manifestasi kecintaan terhadap kesehatan raga dan lingkungan bagi generasi muda di Bumi Lancang Kuning.
"Kegiatan ini kita adakan untuk mengakomodir kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, geng motor, dan lain sebagainya. Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan," ujar Irjen Herry saat meninjau lokasi acara.
Senada dengan Kapolda, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menjelaskan bahwa ruang kreatif ini sengaja dirancang agar pemuda dapat menunjukkan prestasi melalui hobi yang sehat. Harapannya, interaksi santai dalam balutan kompetisi sportif ini dapat membangun kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban lalu lintas.
| Aspek Kegiatan | Informasi Detail |
|---|---|
| Jenis Lomba | Lari Sprint 100 Meter |
| Waktu Pelaksanaan | Setiap Malam selama Ramadan 2026 |
| Lokasi Utama | Pusat Kota Pekanbaru |
| Target Peserta | Pemuda, Remaja, dan Komunitas Lari |
| Apresiasi | Hadiah Menarik dan Uang Pembinaan |
Selain memberikan hiburan alternatif yang positif bagi warga, panitia juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang. Melalui pendekatan humanis ini, pihak kepolisian optimis budaya hidup sehat dapat tumbuh sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga di tengah kekhusyukan bulan Ramadan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow