Pemkot Bogor Atasi Keluhan Warga Terdampak Proyek Gene Bank

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Bogor merespons keluhan warga terkait dampak proyek pembangunan Gene Bank Indonesia. Kondisi jalan yang kotor akibat aktivitas proyek menjadi perhatian utama.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung lokasi proyek strategis nasional di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Senin 23 Februari. Peninjauan ini menyusul laporan masyarakat tentang dampak pembangunan terhadap lingkungan.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor mendukung penuh proyek nasional tersebut. Namun, pihaknya tetap berupaya merespons setiap keluhan warga. Masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang kotor akibat tanah bekas bongkaran proyek.

“Persoalan yang dirasakan masyarakat yaitu banyaknya tanah-tanah bekas bongkaran yang mengotori jalan. Kita tinjau sekarang, dan sudah ada washing bay atau tempat pencucian truk sebelum keluar dari area proyek menuju jalan utama,” ujar Dedie Rachim saat sidak.

Selain jalan kotor, warga juga mengeluhkan kebisingan dari aktivitas pembangunan. Dedie menambahkan, pihak RSMM dan pelaksana proyek telah berkomunikasi dengan warga untuk meminimalkan gangguan tersebut.

Dalam kondisi tertentu, pekerjaan sempat dilakukan hingga malam hari karena adanya situasi darurat pada salah satu tahapan pembangunan. “Tapi insyaallah, begitu permasalahan pokok selesai, masyarakat tidak akan terganggu seperti kemarin,” katanya.

Setelah pembangunan rampung, Pemkot Bogor berencana melakukan penataan ulang kawasan, khususnya di sepanjang Jalan Dr. Sumeru. Penataan tersebut meliputi pedestrian dan taman hingga ke RSUD Kota Bogor.

“Jalan Dr. Sumeru ini nanti akan kita tata ulang. Begitu pedestrian selesai, rumah sakit pendidikan selesai, dan Gene Bank juga selesai, kawasan ini akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RSMM, Nova Riyanti Yusuf, menjelaskan bahwa pembangunan Gene Bank Indonesia merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan menggagas proyek ini.

Proyek ini diprakarsai oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) di bawah Kementerian Kesehatan, dengan RSMM sebagai lokasi pembangunan. Kepala BB Binomika Indri Rooslamiati menegaskan bahwa masukan masyarakat terkait jalan kotor telah ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat di lapangan.

Setiap truk pengangkut material diwajibkan mencuci roda dan badan kendaraan sebelum keluar dari area proyek. Pembatasan jam kerja juga diterapkan untuk mengurangi kebisingan, yakni dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Selain pembangunan Gene Bank Indonesia, pada tahun berikutnya kawasan RSMM juga akan menjadi lokasi pembangunan rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran IPB University. Pemkot Bogor berharap seluruh proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan kenyamanan warga sekitar.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed