Pemerintah Kalkulasi Ulang Risiko Pasokan Energi Impor

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah mulai melakukan perhitungan ulang terkait risiko pasokan energi. Hal ini menyusul isu penutupan Selat Hormuz yang semakin menguat karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia masih mengimpor minyak menjelang Lebaran. Kondisi ini membuat setiap gangguan pada jalur pelayaran yang strategis akan memberikan tekanan langsung pada pasar.

“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” kata Bahlil di Jakarta, Senin, 2 Maret.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa pergerakan harga sudah mulai merespons isu ini. Kenaikan harga Brent menjadi salah satu indikatornya.

Terkait ketahanan energi dalam negeri, Bahlil memastikan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman, dengan catatan. “Masih cukup, 20 hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tekanan langsung terhadap pos subsidi. Namun, ia memperkirakan harga di pasar dunia akan mengalami koreksi jika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas.

Mitigasi serta opsi kebijakan akan ditentukan setelah rapat Dewan Energi Nasional (DEN). “Nanti, saya besok insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” kata Bahlil. “Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN.”

Mengenai impor minyak dari Amerika Serikat, Bahlil menjelaskan bahwa prosesnya berjalan bertahap setelah komitmen ditandatangani. “Impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail… kita kasih kesempatan sekitar 60 hari,” ujarnya. Ia menambahkan, sebagian pasokan dari AS sudah mulai diambil, khususnya elpiji.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed