Balas Serangan Bom Bunuh Diri, Militer Pakistan Gempur Markas Militan di Perbatasan Afghanistan
Militer Pakistan melancarkan operasi serangan udara intensif yang menargetkan tujuh titik persembunyian kelompok militan di sepanjang wilayah perbatasan Afghanistan. Langkah ini merupakan respons langsung Islamabad menyusul serangkaian aksi teror bom bunuh diri yang mengguncang wilayah tersebut beberapa pekan terakhir.
Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan mengonfirmasi bahwa operasi berbasis intelijen ini menyasar kamp-kamp milik Taliban Pakistan (TTP) beserta afiliasinya. Menteri Informasi Attaullah Tarar melalui pernyataan resminya menambahkan bahwa serangan tersebut juga menyasar kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.
Aksi militer ini dipicu oleh tragedi ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad pada awal Februari 2026, yang merenggut sedikitnya 31 nyawa dan melukai lebih dari 160 orang. Peristiwa tersebut tercatat sebagai serangan paling mematikan di ibu kota sejak pengeboman Hotel Marriott tahun 2008. Selain itu, sebuah ledakan bom bunuh diri lainnya juga dilaporkan terjadi di wilayah barat laut Pakistan dalam waktu yang berdekatan.
Hubungan diplomatik antara Pakistan dan Afghanistan kian memanas seiring dengan tuduhan Islamabad bahwa otoritas Taliban Afghanistan memberikan ruang bagi militan untuk bergerak bebas. Ketegangan ini memicu bentrokan perbatasan yang fatal dalam beberapa bulan terakhir, memperburuk stabilitas di kawasan tersebut.
| Kategori Informasi | Detail Kunci |
|---|---|
| Lokasi Target | 7 titik di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan |
| Kelompok Target | Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi ISIS |
| Pemicu Operasi | Bom bunuh diri masjid Islamabad & serangan di barat laut |
| Jumlah Korban Jiwa | Sedikitnya 31 orang tewas (serangan masjid) |
Hingga saat ini, pemerintah Pakistan belum merinci koordinat pasti lokasi serangan maupun rincian mengenai jumlah korban dari pihak militan. Namun, keterlibatan kelompok ISIS yang telah mengklaim tanggung jawab atas ledakan masjid menjadi fokus utama dalam operasi penargetan selektif kali ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow