Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, Sempat Gelar Konser Perpisahan

Smallest Font
Largest Font

Dunia musik keras berduka atas meninggalnya legenda, Ozzy Osbourne, yang memicu berbagai fakta emosional.

Ozzy Osbourne wafat pada 22 Juli 2025 di usia 76 tahun, selang dua minggu dari penampilan bersejarahnya di konser “Back to the Beginning” di Villa Park, Birmingham, Inggris.

Sharon Osbourne, istri sekaligus manajer Ozzy, mengungkapkan bahwa Ozzy telah menyadari akhir hayatnya sudah dekat, bahkan sebelum konser perpisahan bersama Black Sabbath.

Tim medis sebenarnya telah memperingatkan Ozzy mengenai kondisi kesehatannya yang terus memburuk sebelum konser terakhirnya, ungkap Sharon. Namun, semangat Ozzy untuk bertemu penggemar di panggung mengalahkan rasa sakitnya.

"Dua minggu sebelum pertunjukan, mereka (dokter) mengatakan dia mungkin bisa meninggal, dan ternyata benar. Namun, dia sangat ingin melakukannya (konser terakhir)," kata Sharon dalam wawancara di siniar Dumb Blonde.

Menurut Sharon, musisi berjuluk Prince of Darkness itu sadar betul akan kondisi kritisnya, apalagi setelah berjuang melawan sepsis di awal tahun 2025 yang menurunkan daya tahan tubuhnya.

Ozzy memilih menutup lembaran hidupnya di panggung musik, tempat yang membesarkan namanya, daripada beristirahat di rumah sakit.

"Dia membutuhkannya. Dia merasa, 'Entah aku akan mati dalam dua minggu atau enam bulan lagi, aku tetap akan mati. Dan aku ingin pergi dengan caraku sendiri'. Dan dia benar-benar melakukannya. Dia pergi layaknya seorang bintang rock," ujar Sharon.

Sharon menyamakan keteguhan hati suaminya dengan seseorang yang renta yang tetap memilih gaya hidup yang dicintainya. Baginya, Ozzy meninggal sebagai "raja" yang tak ingin didikte penyakit.

"Ketika dia keluar dari rumah sakit, mereka bilang, 'Kau tahu Ozzy, ini bisa membunuhmu'. Dan dia menjawab, 'Aku akan tetap tampil'. Dia pergi seperti seorang raja. Intinya adalah ketika Anda telah menjalani hidup dengan cara seperti itu, rasanya seperti, 'Oke, enam bulan lagi untuk pergi dengan cara yang saya inginkan'," tutur Sharon.

"Dia sangat mencintai orang-orang. Dia sangat mencintai penontonnya. Bahkan jika Anda tidak menyukai musiknya, Anda tidak akan bisa membencinya," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow