Menlu Ajak Negara CD Bangun Ketahanan Kolektif
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengajak negara-negara anggota Konferensi Perlucutan Senjata (CD) untuk membangun ketahanan kolektif. Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, dengan tujuan menjaga integritas serta tujuan konferensi.
Sugiono menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri "High-Level Segment of the Conference on Disarmament 2026" di Jenewa, Swiss, pada hari Rabu.
Presiden RI, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya Indonesia membangun kekuatan dalam negeri. Hal ini, menurut Menlu Sugiono, sejalan dengan kontribusi aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian di dunia internasional.
"Visi nasional kita jelas: kedaulatan, kemandirian, dan keterlibatan aktif dalam membentuk tatanan internasional yang stabil," kata Menlu Sugiono, mengutip salinan Pernyataan Nasional Indonesia.
Menurut Sugiono, ketahanan nasional dan stabilitas global adalah dua hal yang tak terpisahkan. Pembangunan akan sulit dicapai jika dunia terus dibayangi ancaman nuklir. Keamanan menjadi fondasi utama untuk mencapai kemakmuran.
"Demi kemanusiaan dan generasi mendatang, kita harus menunjukkan ketahanan yang dinamis: kemampuan untuk beradaptasi dengan ketidakpastian, menanggapi guncangan, dan tetap berprinsip di bawah tekanan, tanpa mundur dari komitmen internasional apa pun," katanya.
Sugiono menambahkan, bagi Konferensi Perlucutan Senjata, ketahanan berarti menjaga integritas dan tujuannya meski di tengah ketegangan geopolitik, membela norma-norma perlucutan senjata saat norma tersebut dipertanyakan, dan memastikan multilateralisme membuahkan hasil nyata, bukan sekadar retorika.
Semangat yang sama diharapkan dapat membimbing konferensi dan proses terkait lainnya tahun ini, termasuk Konferensi Peninjauan NPT Kesebelas pada Bulan April, dan Konferensi Peninjauan Pertama Perjanjian tentang Pelarangan Senjata Nuklir pada Bulan November.
Menlu Sugiono juga menyampaikan bahwa keamanan sejati tidak hanya dibangun melalui pencegahan, melainkan juga melalui kepercayaan, pengendalian diri, serta dialog. Perlucutan senjata bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga keharusan moral dan strategis.
"Di dunia yang penuh ketidakpastian, penundaan membawa risiko yang semakin besar yang tidak mampu kita tanggung. Nasib masa depan kita bergantung pada pilihan yang kita buat hari ini," jelas Menlu RI.
Indonesia menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh delegasi. Tujuannya adalah memulihkan momentum, membangun kembali kepercayaan, dan memastikan konferensi ini memenuhi mandatnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow