Ketegangan Iran-AS: Kapal Induk USS Gerald R. Ford Merapat ke Mediterania

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah resmi bertambah setelah kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, terpantau memasuki Laut Mediterania pada Jumat (20/2). Pengerahan alutsista raksasa ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Donald Trump guna memperkuat posisi Washington di tengah eskalasi hubungan yang memanas dengan Iran.

Melintasi Selat Gibraltar yang menghubungkan Samudra Atlantik, kehadiran USS Gerald R. Ford dijadwalkan untuk memperkuat armada tempur AS yang sudah bersiaga sebelumnya, yakni USS Abraham Lincoln beserta gugus tugas kapal perang pengiringnya. Langkah ini menandai peningkatan kehadiran militer besar-besaran AS di wilayah tersebut.

Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan militer dengan skala terbatas terhadap Teheran. Pernyataan ini muncul sebagai respons jika jalur diplomasi gagal mencapai kesepakatan baru. Trump sebelumnya memberikan tenggat waktu yang ketat bagi Iran untuk bernegosiasi, dimulai dari 10 hari hingga diperpanjang menjadi 15 hari, dengan peringatan bahwa konsekuensi serius akan terjadi jika kesepakatan buntu.

"Yang paling bisa saya katakan - saya sedang mempertimbangkannya," ujar Trump kepada awak media saat dikonfirmasi mengenai potensi serangan militer terbatas tersebut pada Jumat (20/2).

Progres Diplomasi dari Pihak Teheran

Di tengah ancaman militer yang meningkat, Pemerintah Iran mengklaim adanya kemajuan dalam draf perjanjian baru. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa rancangan proposal hasil negosiasi di Jenewa diperkirakan akan rampung dalam hitungan hari.

Araghchi menjelaskan bahwa setelah draf tersebut mendapat persetujuan dari pimpinan tertinggi di Teheran, dokumen akan segera diserahkan kepada Steve Witkoff, yang bertindak sebagai negosiasi utama Trump untuk urusan Timur Tengah. Pihak Iran memandang penyerahan draf ini sebagai langkah krusial dalam menstabilkan situasi antara kedua negara.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow